taman kita

taman kita
Tampilkan postingan dengan label Forum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Forum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2009

Dari Usamah untuk Gaza

“Langkah Nyata Membebaskan Palestina”


Segala puji bagi Allah, kami memuji, meminta pertolongan, dan meminta ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari segala keburukan diri kami dan kami berlindung kepada Allah dari seluruh kejelekan amalan kami.

Barangsiapa yang diberi Allah petunjuk maka tak seorangpun yang kan mampu menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka takkan ada seorang pun yang kan mampu menunjukinya. Aku bersaksi tiada ilah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ammba ba'du:

Umatku yang muslim...

Perkataanku kepada kalian ini berkaitan dengan kewajiban menolong keluarga kita di negeri penuh berkah. Telah lama kita terlambat menolongnya dan hal itu semakin menpersulit berbagai persoalan kita.

Sampai kapan keluarga kita di Palestina dalam kondisi ketakutan? Sementara kita merasa nyaman aman tenteram yang sementara.

Sampai kapan penduduk Gaza terus terisolasi? Sementara kita hingga kini terus berlimpah kenikmatan.

Sampai kapan kita akan terus duduk berdiam diri? Sementara hati mereka terbakar demi putra mereka, yang terbakar oleh bom fosfor putih, dengan persekongkolan para pemimpin Arab.

Peristiwa yang membuat (menangis) bahkan para lelaki yang kuat dan pemberani menangis, tidak lain karena suatu urusan yang sangat besar. Tangisan mereka melebihi ungkapan ribuan khutbah dan ceramah tentang besarnya bencana.

Tikaman yang menimpa kerabat lebih melukai bagi seseorang dibanding tebasan pedang

Tak mengherankan jika sejumlah ummahat dan saudara perempuan kita meninggal atau sekarat, bukan kerana peluru maupun pecahan peluru, bukan pula disebabkan oleh isolasi. Isolasi negeri takkan berarti apa-apa selama si kecil masih ada.

Sesungguhnya isolasi akan terasa saat si kecil menghilang. Seorang ibu memandang para raja dan apa yang ia miliki lebih kecil di matanya dibanding si kecil.

Tapi pesawat-pesawat Amerika melalui tangan Yahudi terus membombardir dan kembali (membombardir) hingga mengenai anak-anak pemukiman dan di antara anak-anak itu ada si kecil. Inilah yang menjadikan ummahat dan para akhwat terguncang ketakutan. Hampir-hampir saja jiwa mereka melayang keluar bersamaan dengan hembusan-hembusan nafas.

Tidaklah sama kabar berita dengan persaksian mata. Takkan pernah tau rasanya kehilangan orang tercinta kecuali yang hatinya terenggut, tidak pula dengan bombardir kecuali orang yang merasainya. Dan tak ada seorang Mu'tashim yang menuntut balas kepada para thaghut.

Perlu dicamkan bahwa di antara kekalahan moral dan pengkhianatan terhadap millah, pengkhianatan terhadap umat, dan pengkhianatan terhadap darah para syuhada adalah memberikan pujian kepada orang yang bersepakat dalam membunuh mereka dan menyikapinya sebagai 'harapan' Gaza, sementara itu rakyatnya yang penuh hormat dan mulia menolaknya.

Putra-putra Gaza mati demi kehidupan.. Memuji kekufuran kan membakar amarah jiwa yang bebas..
Negeri-negeri dimerdekakan di atas tombak-tombak mereka.. Lalu bagaimana mungkin mereka diperbudak di atasnya?
Duhai diriku, berbagai tragedi yang menimpa kalian.. Meninggalkan luka-luka mendalam di hati..
Tiada yang menjaga aqidah layaknya korban.. Tidak pula mendekatkan hak dan tiada pula dia berhak..
Para penguasa telah menjual berbagai urusan.. Pun mereka menjadi penjilat dan budak orang kafir..
Tanyalah para pengisolasi anak-anakmu.. Adakah beda antara hatinya dengan sebuah batu yang besar nan keras?!
Hati para penguasa kita layaknya musuh-musuh.. Baik di Najd atau di Mesir takkan melunak..
Para Fir'aun berdatangan setelah sekian lama.. Untuk menghinakan rakyat Arab dan memperbudaknya..
Kalian tolong-tolongan dengan para musuh untuk melawan kami.. Memancung batang leher kalian adalah urusan yang haq dalam dien..

Umatku yang muslim...

Sembilan puluh tahun lebih penjajahan terhadap Palestina telah berlalu. Merasakan dua tragedi pahit kerana tangan-tangan Nashara dan Yahudi. Meskipun berbagai usaha telah dicurahkan, di antaranya berbagai demonstrasi dan turun ke jalan, namun penjajahan tetap berlangsung.

Oleh karena itu wahai umatku, kuinginkan beberapa menit saja dari kalian untuk memberikan langkah-langkah nyata dalam membebaskan Palestina sebagai usaha pelepasan tanggung jawab dan upaya membangkitkan umat.

Hal ini menuntut adanya ucapan yang benar meskipun itu pahit. Sebagaimana hal itu wajib ditegakkan terhadap yang lemah maupun yang kuat, sekalipun itu berat. Jika tidak, maka hakekatnya adalah menuju kehancuran. Oleh karena itu takutlah kalian semua.

Rasul SAW telah bersabda: "Sesungguhnya yang membuat orang-orang sebelum kalian mengalami kehancuran adalah ketika terjadi pencurian di antara mereka yang dilakukan oleh orang yang kuat, maka mereka membiarkannya. Akan tetapi, jika pencurian itu dilakukan oleh orang yang lemah, maka mereka akan menegakkan hukuman atasny." (HR. Bukhari dan Muslim).

Umatku yang muslim...

Di antara perkara haq yang pahit yang harus kita jelaskan adalah bahwa; meskipun kita sangat berkeinginan untuk meyelamatkan keluarga kita di Gaza dan membebaskan kepungan darinya.

Sesungguhnya di sana terdapat orang-orang yang lebih berkeinginan dari pada kita. Yakni, saudara-saudara kita yang ada di seluruh Palestina, termasuk juga yang ada di tepi barat.

Akan tetapi, faktanya mereka tidak mampu menolong keluarga dan orang-orang mereka. Penyebab hal itu sangatlah jelas, Negara mereka terjajah, tentara-tentara Zionis dan tentara penguasa yang dipimpin oleh Abbas menghalang-halangi mereka dari menolong saudara-saudara mereka di sana.

Sebab inilah yang selama ini hakekatnya telah menghalangi kita dari melakukan pertolongan pada saudara-saudara kita di Gaza. Hakekat yang pedih adalah bahwa Negara kita terjajah dari dalam, kaum Zionis Arab, para pemimpin negeri dan para wakil musuh-musuh kita. Mereka dan tentara merekalah yang menghalang-halangi kita dari menolong orang-orang yang lemah di sana.

Jika kita tidak memahami bahwa Negara kita ini terjajah demi kemaslahatan para penguasa dan wakil-wakil mereka, dibantu oleh pasukan militer dan sipil, dan inilah yang terpenting dan paling berbahaya, dimana di sana terdapat para ulama suu', kaum terpelajar dan para pemilik media, orang-orang bayaran.

Mereka semua itulah yang melakukan penyesatan terhadap umat, menyebarkan ruh kekalahan dan menyebarkannya dengan berbagai cara, agar mereka mau tetap bersama para penguasa itu.

Oleh karena itu, mereka terus merampas kepemimpinan dan merampas kehendak, dengan cara membujuk dan mengancam, hingga akhirnya umat kita tidak mampu untuk mengambil kendali kekuasaan dan bergerak menjauh dari para penguasa dan pendukung-pendukung mereka.

Oleh karena itu jika kita tidak menyadari hal ini, beraktivitas untuk mengungkap hakekat mereka sebenarnya, memperingatkan kepada umat dari mereka, meruntuhkan mereka dan melepaskan diri dari kekuasaan mereka, maka selama itu pula kita tidak akan mampu untuk membebaskan Palestina.

Sebab, siapa saja yang tidak memilki, tentulah tidak akan dapat memberi, dan kita akan terus berputar-putar dalam lingakaran tertutup, akhir yang kita capai adalah awal di mana kita memulai darinya sejak terjadinya penjajahan di tanah yang diberkati ini.

Umatku yang muslim...

Orang yang mau melihat situasi Palestina sesungguhnya akan melihat bahwa unsur-unsur yang dituntut agar jihad dapat mewujudkan tujuannya masih membutuhkan penyempurnaan.

Meskipun hal itu sulit untuk dilakukan di Palestina yang terjajah itu, terlebih pengepungan yang ditimpakan pada keluarga kita di sana, dan terlebih lagi, kesepakatan-kesepakatan damai yang terus ditandatangani waktu demi waktu dan keadaan faktual setelah perjanjian-perjanjian yang menguatkan hal itu.

Oleh karena itu kita harus membentuk sebuah kekuatan yang cukup dari para mujahidin, yang akan mampu membebaskan pengepungan dari Palestina agar kita dapat menolong saudara-saudara kita di sana, dimana seluruh negara-negara tetangga menutup perbatasan mereka dengan Palestina, menjaganya dari gerakan para Mujahidin.

Bahkan bagian yang terkecualikan sekalipun yang berada di arah barat Palestina diatas perbatasan Lebanon ikut ditutup oleh Hasan Nasrullah dan kelompoknya sesuai dengan kesepakatan penutupan nomor 1701 yang memuluskan masuknya ribuan kekuatan Salib untuk menjaga Yahudi.

Dengan ini, tidak ada bedanya lagi dalam masalah ini antara Hasan dan Husni dan seluruh penguasa thaghut Arab, orang-orang yang telah mengepung keluarga kita di sana.

Berdasarkan hal di atas, kita harus mencari (membentuk, red) sebuah Negara di luar negara-negara tetangga, di mana dapat menyempurnakan gerak para mujahidin dari sana. Hal ini agar kita dapat sampai pada keluarga kita di distrik al-Aqsha yang diberkahi.

Kesempatan yang sangat berharga dan langka bagi orang-orang yang benar-benar dalam keinginan mereka untuk meyelamatkan al-Aqsha, ialah dengan mengerahkan mujahidin di Irak dengan seluruh kebutuhannya, agar mereka dapat membebaskan negeri dua sungai itu (tanah mesopotamia/Iraq).

Dengan ini mereka akan melakukan dua kewajiban.

Pertama: mengalahkan sekutu terbesar bagi Zionis, kemudian bertolak ke Yordania yang lebih baik dan luas front (pertempuran)nya.

Sebab sebagian dari penduduknya adalah para penduduk Palestina yang hijrah pada masa lalu, dan dari Yordania sebagai titik tolak kedua menuju Tepi Barat (West Bank) dan sekitarnya (insya Allah, red).

Kedua: membuka seluruh perbatasan-perbatasan dengan kekuatan untuk menyempurnakan semua kekurangan unsur unsur yang dibutuhkan. Hal ini agar pembebasan Tanah Palestina dari Sungai (Iraq) sampai Lauta (West Bank) dapat terwujud dengan izin Allah.

Jalan inilah satu satunya jalan Syar’i, jalan realistis, dan ilmiah. Jauh (berbeda dengan jalan) dari mencurahkan kata-kata dan berbagai perbuatan yang kebanyakan tidak dapat mencegah bahaya serangan senjata dan tidak dapat menghancurkan musuh.

Cukup sudah kita mendiamkan, menyia-nyiakan hal ini dan lari dari tanggung jawab. Pembumihangusan Gaza di tengah-tengah pengepungan yang panjang ini merupakan kejadian sejarah yang sangat penting, mengagetkan dan memberi sebuah keputusan yang mengokohkan akan keharusan adanya pemisahan antara kaum muslimin dan munafikin.

Keadaan kita setelah peristiwa Gaza tidak boleh seperti keadaan kita sebelumnya. Akan tetapi kita wajib beramal dengan sungguh dan siap berjihad untuk menegakkan haq dan menghacurkan kebatilan dan kita wajib berlepas diri kepada Allah dari setiap orang yang bersekongkol dengan musuh untuk menghancurkan Gaza.

Berlepas diri dari mereka bukan merupakan amalan sunnah, akan tetapi merupakan bagian dari dua rukun ketauhidan. Membantu orang-orang kafir untuk mengalahkan kaum muslimin adalah salah satu perkara yang terbesar yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. Bacalah firman Allah:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (Al-Maidah 5:51)

Dan firman-Nya:

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui." (Al-Baqarah 2:256)

Tragedi ini sejatinya adalah ujian bagi kita semua. Siapa saja yang mengikuti petunjuk pasti akan selamat, dan siapa saja yang mengikuti hawa nafasunya pasti kan sesat.

Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan pemimpin yang jujur, yang akan melakukan perkara yang menjadi kewajiban untuk memobilisasi kekuatan kaum muslimin yang dapat memenuhi dalam medan ini.

Umat ini telah merasakan kerugian yang menakutkan dalam (terhadap, red) pemimpinnya. Meskipun banyak dari mereka yang menyangka bahwa mereka memiliki kepemimpinan yang akan menuntun mereka menuju tepian keselamatan.

Jika tidak berada di dalam standar level pertama dari para raja dan pemimpin, paling tidak berada dalam standard level yang kedua dan ketiga. Pada hakekatnya ini sesungguhnya adalah salah besar. Hal ini semakin memberi posisi penguasa penguasa cacat, dan membiarkan Palestina terjajah selama sembilan dekade.

Demikian pula negara-negara lain. Tidak cukupkah tersebarnya kemiskinan, kebodohan, dan penyakit, meskipun banyak masuk sebagai indikasi jelas atas hal itu. Sebuah kapal laut, sebesar apapun dan sebagus apapun tidak akan sampai pada tepian jika tidak ada pemimpin yang amanah.

Para pemimpin yang berada pada level pertama kita tahu perkara mereka dan membebeknya mereka kepada musuh musuh kita (kaum muslimin). Akan tetapi bencana besar dan yang sangat meyakitkan, adalah bahwa mereka mampu menjinakkan banyak dari pemimipin-pemimpin yang dekat dengan mereka.

Oleh karena itu, jika para pemimpin yang berada dalam level yang kedua dan orang-orang yang dekat dengan mereka tidak mau mengubah diri mereka, masih condong dan bersikap manis dengan kebatilan maka umat ini tidak akan ada kemajuan sedikit pun dalam membebaskan Al-Aqsha.

Sebab, merekalah sejatinya menjadi halangan dan rintangan jalan keluar umat ini dari kebingungan ini. Perumpamaan mereka bagaikan sebuah gerbong kereta api; di depan mereka terdapat gerbong para penguasa dan di dekatnya terdapat gerbong para penguasa level kedua dan orang-orang yang dekat dekat dengan mereka.

Sementara kedua-duanya mogok di tengah jalan pembebasan Palestina sejak dekade yang lalu, maka tidak ada jalan lagi menuju Al-Aqsa kecuali dengan menyingkirkan keduanya dari jalan dan meninggalkannya.

Akan tetapi hal ini tentulah sangat sulit jika kaum muslimin belum tersadarkan, lalu mereka meninggalkan fanatisme tercela tanah air (nasionalisme, red) para pemimpin, para ‘ulama dan penguasa atau pemimpin jama’ah Islam. Meninggalkan beralasan dengan nasehat nasehat mereka dan menegakkan haq atas mereka.

Jika mereka tidak mau melakukan hal ini, maka lisan mereka berkata : “Sesungguhnya mereka berjalan di atas jalan yang telah menghancurkan umat sebelum mereka”.

Oleh karena itu, umat ini tetap dalam kebingungan, dan nampak sekali mereka tidak mengerti makna sabda Rasul SAW: “Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, maka sungguh akan aku potong tangannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Maka dari itu, di dalam diri haruslah selalu mengalir ruh nasihat untuk membenarkan tempat perjalanan dan bahwa perkara haq lebih besar dari segala-galanya, keselamatan perkara yang haq lebih utama dari pada keselamatan tanah air (nasionalisme), para tokoh, partai dan berbagai jama;ah.

Setiap orang, perkataannya dapat diterima dan ditolak, kecuali Rasul saw, yang bersabda : “Agama adalah nasehat”.

Ya, jika kita merendahkan hal ini, artinya kita telah merendahkan Din (agama), dan dengan itu pula kita akan tersia siakan. Maka inilah fakta kita sebenarnya.

Umar ibn Khattab ra, pernah mengatakan : “Kita adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, dan di mana pun kita mencari kemuliaan dengan selainnya, maka kita akan dihinakan kembali oleh Allah”. Maka ambillah pelajaran wahai orang orang yang berakal!

Kembali kepada topik kepemimpinan. Jalan untuk membebaskan Al-Aqsha memerlukan kepemimpinan yang nyata, jujur, independen, kuat, dan dapat dipercaya sebagaimana menghadapi peristiwa besar ini dan sebagaimana berdasarkan berbagai argumen yang kuat dari Fiqhul Waqi’/Fikih Realita dan Fikih Syari’ah.

Kempemimpinan ini akan menyusun semacam majlis syura yang akan menyebarkan cabangnya ke seluruh dunia Islam. Majlis ini nanti harus bertanggung jawab dalam menyebarkan berbagai informasi, ketetapan syari’ah serta wa’yu siyasi (wawasan politik) kepada para putra umat.

Sehingga dengan upaya ini kita dapat membebaskan akal dan pemikiran umat dari kebodohan dan mudah ditipu, serta membebaskan jiwa umat dari sikap mudah menyerah dan menjilat kepada orang-orang kafir beserta kaki tangannya.

Memahami bahaya dari realita yang kita hadapi dan peran para penguasa beserta kaki tangannya merupakan langkah awal dalam membentuk kekuatan yang mampu memotivasi untuk merubah kegelapan.

Dan bersamanya fikih syari’ah harus ditetapkan dalam dinamika nyata sehingga gerakan kita akan diarahkan di atas jalan yang lurus, sehingga kita mampu menghadapi kondisi buruk ini dan mengusir agresi yang menimpa umat.

Anggota majlis ini harus dilindungi dari intervensi penguasa dan harus menyatakan pengingkaran terhadap penguasa dan berwaspada dari upaya infiltrasi yang dilakukan penguasa dengan cara memasukkan ulama’ suu’ sebagaimana yang terjadi pada komite atau lajnah atau majlis ulama’ yang ada di negeri kita selama ini.

Dan salah satu tugas dari komite ini adalah menyebarkan ketetapan syar’i mengenai topik kita (jihad zaman ini); seperti mendorong jihad adalah kewajiban hingga kadar kecukupannya terpenuhi.

Dan mendorong publikasi fatwa ulama’ selama peristiwa Gaza yang menyatakan siapa saja yang membantu musuh dalam rangka memerangi umat Islam maka dia terkena satu di antara sepuluh pembatal keislaman, dan juga menjelaskan berbagai aturan syar’i terkait dengan hal ini.

Aku juga ingin menyampaikan di depan para ulama’ dan para da’i mengenai tawaran dalam masalah ini. Mengajak mereka untuk mencurahkan segenap usaha yang dapat mereka lakukan. Di antara poin penting dari proposal ini adalah:

Pertama: Menyusun daftar para ulama’ yang jujur, para da’i, para cendekiawan Islam, kaum intelektual, dan penulis yang senantiasa memberi nasehat untuk umat, bersama dengan upaya menyebarkan berbagai karya ilmiah mereka yang berharga.

Kita juga berkeinginan agar nama dan keberadaan mereka dapat menyebar dan mengakar kuat di tengah masyarakat Islam. Adanya kekeliruan yang tidak disengaja (terkait dengan para ulama’ dan da’i ini) hendaknya tidak menjadi penghalang, tetapi hendaknya jika memang ada beberapa kekeliruan maka ini menjadi catatan dan nasehat agar disampaikan.

Jika tidak, maka tidak akan ada lagi ulama’ yang tersisa bersama kita, sementara kenyataannya adalah alangkah sedikitnya para ulama’. Kita juga harus mengusahakan agar dapat mengarahkan para pemimpin yang jujur, menempatkan mereka dengan baik dan memandunya agar mau untuk menerapkan manhaj Islam.

Kedua: Hendaknya kita terus melanjutkan upaya untuk meluruskan konsep syar’i dalam pemikiran dan kehidupan umat. Beberapa buku yang bermanfaat mengenai hal ini antara lain:

  • Fathul Majiid karangan syaikh Abdur Rahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh, yang merupakan salah satu kitab yang penting dalam menjelaskan perkara tauhid dan bahaya syirik, termasuk syirik kuburan dan syirik kerajaan.
  • Dua kitab milik syaikh Muhammad Qutb: “Pemahaman yang Harus Diluruskan” dan “Apakah Kita Muslim?”.
  • Dan kitab “Keterangan tentang Kufurnya Seorang yang Membantu Amerika” karangan syaikh Mujahid Nashir bin Hamd Al-Fahd -semoga Allah membebaskan beliau dari penjara Riyadh.

Ada buku kelima yang juga sangat bermanfaat, yang mengetengahkan tentang evaluasi atas berbagai rezim yang berkuasa di dunia Islam, meskipun judulnya khusus; “Rezim Saudi Dalam Timbangan Syar’i”.

Dan masih banyak lagi kitab-kitab yang bermanfaat yang dengan mudah dapat dibaca di internet, semisal situs At-Tawhed wal Jihad (http://www.tawhed.ws -ed).

Ketiga: Mengingatkan umat bahwa saat ini terjadi peperangan yang dilancarkan untuk merubah dan membelokkan berbagai istilah syar’i dengan tujuan menghalalkan apa yang diharamkan Allah.

Hal ini harus disanggah, dan upaya untuk menyebarkan istilah-istilah syar’i harus dilakukan. Di antara beberapa contohnya:

  • Untuk menghalalkan riba, mereka mengganti kata riba dengan bunga dan nama bank dengan sistem riba menjadi bank niaga.
  • Untuk menghalalkan khamr dan minuman keras, mereka menggantinya dengan minuman penyegar jiwa dan sejenisnya.
  • Saat mereka hendak memerangi dzirwatu sanaamil Islam, yaitu Jihad fie sabilillah, mereka melabelinya dengan sebutan kekerasan dan terorisme.
  • Ketika mereka hendak melakukan tindakan yang dapat membatalkan keislaman dan membuat mereka dapat bersekutu dengan musuh Allah, mereka mencoba menghilangkan ketetapan syar’i mengenai hukum terhadap pelaku murtad, dan mereka menyebut orang-orang yang menyeru pemberlakuan hukum tersebut dengan sebutan takfiri (suka mengkafirkan).

Saat ini ada upaya untuk memanggil orang kafir, murtad, zindiq, dan munafiq dengan sebutan lain yang lebih lembut. Mereka enggan menggunakan istilah syar’i.

Mirip dengan hal tersebut adalah penghalusan kata dan istilah semisal "dialog agama," "kebebasan berpendapat", "kebebasan berekspresi", "kerukunan beragama", "hidup damai berdampingan", "negeri sahabat", dan kontrak pemberian fasilitas untuk mendukung armada perang pasukan salib.

Pada saat yang sama yahudi dan nasrani melancarkan pembunuhan atas saudara kita di Palestina, Irak, Afghanistan, Waziristan, Somalia, Kashmir, Filipina, dan Chechnya.

Penghalusan dan pengkaburan istilah ini harus diawasi, serta hakikat sebenarnya dari kenyataan ini harus diungkap.

Keempat: Menghimpun dan menyebarkan daftar musuh kita dari kalangan munafikin dan media mereka, khususnya media informasi seperti koran, buku, majalah, stasiun radio dan channel satelit

Dan yang paling berbahaya adalah dua yang terakhir seperti The British Broadcasting Corporation (BBC) beserta anak perusahaannya serta saluran televisi Al-Hurrah dan Al-’Arabiyyah.

Juga menyebarkan dan memperingatkan masyarakat pada organisasi dan media yang bekerja untuk kepentingan musuh meski mereka tidak menyadarinya, seperti media gosip, media pelemah semangat, media penghancur moral umat Islam.

Kita harus menyebarkan seluruh informasi ini kepada umat dengan berbagai cara apa saja yang dapat dilakukan sehingga kita bisa memperingatkan mereka. Kita juga harus menyertakan berbagai ketetapan syar’i terkait dengan masalah ini, dilengkapi bukti dari pernyataan dan tindakan mereka untuk membantah mereka.

Dan aku menyampaikan firman Allah ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Maidah 5:8)

Mengungkap hakekat orang-orang munafik adalah manhaj Qur’an dan para ulama’ bersepakat bahwa wajib mengungkap orang-orang munafik dan pelaku bid’ah.

Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya, “Manakah yang lebih engkau sukai; seorang yang berpuasa, sholat, dan i’tikaf atau seorang yang berbicara memperingatkan umat akan bahaya ahli bid’ah?”.

Imam Ahmad menjawab, “Adapun jika ia sholat dan i’tikaf, maka itu semua bagi dirinya sendiri. Tapi jika ia berbicara memperingatkan umat mengenai ahli bid’ah maka itu untuk umat Islam, maka hal itu lebih baik.”

Hari ini, umat sangat berkeperluan, khususnya setelah agresi terhadap Gaza, untuk mengetahui orang-orang munafik dari berbagai penjuru, agar berhati-hati terhadap mereka dan berjihad melawan mereka.

Hal ini sebagaimana difirmankan Allah ta’ala:

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (Al-Munafiqun 63:4)

Dan firman Allah ta’ala:

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (At-Taubah 9:73)

Ringkasan dari perkataanku adalah:

Harus ada pemimpin dan kepemimpinan yang jujur, membangun kesadaran syari’at dan politik atas umat, Jihad fie sabilillah, menyingkap hakekat orang-orang munafiq dan memisahkan diri dari mereka.

Perlu diingat bahwa pemisahan adalah sesuatu yang telah kita terapkan terhadap para penguasa. Mereka memiliki dinas rahasia dan badan keamanan yang anggotanya berjumlah ribuan, bertugas mengawasi dan mematai mereka yang aktif menyampaikan nasehat kepada umat.

Anggota dinas keamanan ini menghimpun daftar para da’i yang mereka sebut dengan blacklist, untuk memerangi para da’i dan aktifis dengan berbagai cara:

Bujukan dan godaan, penangkapan dan penjara, pencekalan, pengejaran, pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik hingga pembunuhan dalam rangka mencegah para da’i dan aktifis dari corong dan mimbar petunjuk.

Dengan demikian mereka tidak dapat menyampaikan nasehat kepada umat dan memperingatkan mereka. Pada saat yang sama, mereka (thaghut) dan ulama’ mereka serta berbagai media mereka, bebas menebarkan berbagai penipuan dan kesesatan kepada umat.

Terkait dengan daftar musuh-musuh kita, juga karena terbentur keterbatasan waktu, aku akan mencukupkan dengan menggambarkan para pemimpin senior mereka di negeri-negeri kita.

Dalam menghadapi peristiwa ini manusia dipisahkan, khususnya kalangan elit dan kaum terhormat di masyarakat, apakah mereka kalangan penguasa/birokrat atau ulama’.

Dan sungguh jelas saat ini beberapa penguasa Arab telah nyata melakukan kesepakatan dengan koalisi zionis salibis dalam memerangi rakyat kita; merekalah yang sering disanjung-sanjung Amerika dengan kata-kata “para pemimpin moderat Islam”.

Kenyataannya, semua negara di dunia Islam dari Indonesia hingga Mauritania tanpa terkecuali jatuh ke dalam satu di antara dua kategori: negeri yang bobrok dan negeri yang lebih bobrok. Islam berlepas diri dari seluruh kebobrokan ini.

Bukanlah rahasia, ada beberapa hal yang menolong generasi pertama umat ini di masa awal kebangkitan islam untuk teguh dan kuat sehingga mereka dapat memanggul beban yang berat dan mampu mendirikan negara Islam.

Di antara hal terpenting -setelah iman yang shalih dan zuhud- adalah membedakan antara seorang mukmin dan munafik. Berbagai peristiwa besar dan tragedi-tragedi, khususnya peperangan dan guncangan, adalah sarana penyaringan/pemisah yang buruk dari yang baik, dan yang munafik dari yang jujur.

Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

“Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman. Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu).” Mereka berkata: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.” (Ali ‘Imran 3:166-167)

Di antara penyebab bencana yang menimpa muslim pada perang Uhud adalah sepertiga pasukan dipimpin oleh gembong munafikin, Abdullah bin Ubay bin Salul, dan mereka mentaatinya. Lalu orang ini mengkhianati mereka dan memerintahkan mereka untuk mundur dan tidak bertempur.

Betapa mirip hari ini; seluruh pasukan dan tentara resmi dari umat ini berada di bawah komando para pemimpin munafik, sementara segenap pasukan dan tentara ‘tidak resmi’ berada di bawah komando berbagai jama’ah Islamiyah.

Banyak di antara mereka percaya bahwa para penguasa ini adalah penguasa yang sah sehingga diharamkan memberontak dan melawan mereka. Jadi, bagaimana tidak tragedi demi tragedi jatuh menimpa kita susul menyusul?

Jelaslah mengapa berbagai jama’ah ini membiarkan Gaza dan rakyatnya karena mereka menunggu izin dari para (pemimpin) munafik ini untuk menunaikan Jihad. Jadi apa untungnya para pemuda atas berbagai hal ini?

Tugas kita adalah menjauhkan orang-orang munafik dan para pengecut pelemah semangat (mukhadzdzil) yang lari dari gelanggang perang agar mereka tidak menempati posisi kempemimpinan dan pemberi arahan.

Seperti yang dilakukan para sahabat RA setelah perang Uhud; ketika Ibnu Salul ingin berdiri menyampaikan ceramah kepada umat islam sebagaimana biasanya -dia adalah pemuka kaumnya dan ia ingin menjaga status ini dengan memerintahkan generasi awal umat Islam-, tapi para sahabat menarik bajunya dan menghardiknya, “Ijlis ay ‘aduwwallah! Lasta bidzalika biahlin wa qad shana’ta maa shana’ta.”. “Duduklah hai musuh Allah! Tidaklah engkau layak untuk melakukannya, telah kau perbuat apa yang kau perbuat.”

Berapa banyak orang yang menduduki peran sebagai pengarah umat dalam berbagai ragam bentuknya dan mereka menyesatkan umat sehingga umat berhimpun di sekeliling orang munafik yang memerintah kawasan ini. Dan mereka membuat umat ini lalai dari berperang membebaskan Palestina.

Jadi betapa tepat untuk mengatakan kepada setiap orang di antara mereka -dengan berhadap-hadapan atau lewat telpon- dengan apa yang pernah sahabat katakan kepada presiden pertama mereka, Ibnu Salul, “Duduklah hai musuh Allah! Tidaklah kau layak untuk melakukannya, telah kau buat apa yang kau perbuat!”.

Apa yang telah dilakukan para sahabat terhadap Ibnu Salul adalah menyingkapkan jati dirinya dan memaksanya turun dari posisi sebagai pemuka dan pemberi arahan umat Islam.

Jikalau mungkin dia melakukannya lagi di perang yang lain dan pergi meninggalkan gelanggang perang bersama sepertiga pasukan, karena tragedi itu kadang berulang.

Inilah yang seharusnya kita lakukan, karena orang-orang munafik dan pelemah semangat telah berkali-kali menimpakan kepada kita berbagai tragedi selama puluhan tahun.

Maka inilah sejumlah tawaran yang aku harap dapat menjadi jalan bagi proyek besar untuk menyelamatkan umat serta mematahkan belenggu yang telah mengikat putra-putranya sehingga mereka dapat bangkit untuk memerdekakan diri.

Dari mereka akan bertolak berangkat satu jumlah yang memadai demi menunaikan faridhah yang paling wajib setelah iman: mengusir musuh yang memerangi dien dan dunia.

Membuka satu mata rantai yang membelenggu leher kita akan memudahkan kita untuk melepaskan keseluruhan rantai yang membelit tubuh kita, insyaAllah.

Kesempatan pada hari ini terbuka lebar dalam rangka menunaikan faridhah/kewajiban, dan ada banyak medan jihad, khususnya Irak, Afghanistan, Pakistan, Somalia, dan Maghribul Islam (Al-Jazair).

Maka aku berdoa kepada Allah agar menurunkan petunjuk kepada kita sehingga kita dapat menolong dien ini dan menunaikan Jihad fie sabilillah sehingga kita dapat memerdekakan negeri-negeri islam, khususnya Irak, dan dari sanalah kita akan bertolak menuju Palestina.

Sebagai penutup, aku mengingatkan umatku akan pentingnya senantiasa menjaga hati supaya dekat dengan faktor-faktor peneguh iman. Dan agar menjauhkan hati kita dari tempat-tempat kelalaian dan kemunafikan.

Apa yang dapat menolong kita adalah lisan yang senantiasa basah mengingat Allah ta’ala. Membaca Al-Quran satu juz setiap hari disertai tadabbur dan tafakkur akan membersihkan hati dan mencerahkan pikiran, serta menjelaskan kepada kita hakekat musuh dari kalangan musyrikin dan munafikin.

Bacalah firman Allah ta’ala:

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus 10:57)

Aku juga menganjurkan kalian akan pentingnya menelaah sejumlah kitab dan buku yang bermanfaat. Menyelesaikan sejumlah buklet dari daftar, menelitinya, dan menyebarkannya. Kesemua itu laksana mercusuar di tengah gelapnya serangan musuh, baik dekat maupun jauh.

Akhirnya aku nasehati diriku dan segenap saudaraku dengan bait syair:

Cita-cita bertanya padaku.. Mengapa pengecut dan kelemahan terus membelenggu?
Sementara negeri-negeri kita telah dipenuhi.. Oleh para thaghut yang memiliki gambar-gambar..
Untuk merendahkan akidah kita.. Dan dalam diri mereka penuh kedustaan nun mara bahaya..
Wahai saudaraku, wahai kekuatan yang kokoh.. Jalan Allah adalah tujuan kita..
Takutkan engkau akan kematian.. Sementara kematian adalah surgamu?..
Tiang agama tiadalah terkuatkan.. Dengan teriakan dan pembelotan..
Tanpa pedang tiadalah bermanfaat.. Ku bersumpah wahai generasi mudaku..

Ya Allah.. Tunjukkanlah kepada kami bahwa yang haq itu adalah haq dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami bahwa kebatilan itu adalah kebatilan dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.

Ya Allah.. Limpahkanlah kepada umat kami ketetapan kebaikan, yang taat kepada-Mu akan mulia dan yang ingkar kepada-Mu akan terhina, dan dengannya kebaikan ditegakkan dan kemungkaran dicegah.

Ya Allah.. Limpahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari api neraka.

Ya Allah.. Limpahkanlah pertolongan kepada mujahidin dimana pun mereka berada. Terimalah syuhada mereka, sembuhkanlah luka-luka mereka, dan bebaskanlah kalangan mereka yang tertawan. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Ya Allah.. Timpakanlah kehancuran kepada aliansi zionis salibis dan siapa saja yang menolong mereka.

Ya Allah.. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu, maka bantulah kami dengan pertolongan-Mu, dan limpahkanlah kepada kami kemenangan atas orang-orang kafir.

Ya Allah.. Shalawat dan salam kami mohonkan kepada-Mu untuk nabi kami Muhammad, segenap keluarga, dan para sahabat.

Wa aakhiru da’waanaa anil hamdulillahirrabbil ‘aalamiin..

Sumber: Forum Muslim Ummahq

Dari Usamah kepada Mujahid Somalia

Pertempuran Tetaplah Pertempuran.. Wahai Ksatria Somalia!


Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, kami memohon kepada-Nya, dan kami berlindung kepada-Nya. Dan kami memohon perlindungan Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Siapa yang ditunjuki Allah tidak akan tersesat, dan siapa yang dibiarkanNya tersesat, tak akan mendapat petunjuk. Aku bersaksi tiada ilah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad saw adalah hamba dan utusan-Nya.

Kepada saudara Muslimku, para Mujahid Somalia yang sabar dan teguh: Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Peperangan yang tengah berkobar di tanah kalian semenjak tahun-tahun terakhir ini adalah peperangan antara Islam melawan kampanye Salib Internasional. Aliansi NATO telah memandatkan Etiopia untuk melaksanakan misi ini.

Kemudian setelah mereka kehabisan tenaga menghadapi Jihad kalian yang penuh berkah, mereka lalu mencari dalih dan menggunakan muslihat, sebagaimana kebiasaan mereka terhadap Dunia Islam. Mereka menunjuk atas kalian seseorang, yang meskipun orang ini berasal dari kalangan kalian, tetapi ia mengikuti millah/agama kaum Salib: yaitu presiden sebelumnya, Abdullahi Yusuf.

Tetapi karena kalian tidak dapat ditipu dengan muslihat usang “Karzaisme” yang sebelumnya sering mereka gunakan di kawasan (maksudnya kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah spt Afghanistan serta Pakistan. Pent), mereka kemudian menggantikannya dan membawa orang lain yang baru, versi revisi.

Mirip sekali dengan Sayyaf, Rabbani, dan Ahmad Shah Masood, yang sebelumnya mereka ini adalah para pemimpin dan komandan Mujahidin Afghan sebelum kemudian mereka berbalik haluan (mundur menjadi murtad) lalu membantu sekutu mereka – Amerika, untuk meruntuhkan Emirat Islam Afghanistan.

Begitu pula dengan Sheikh Syarif (Syarif Ahmed, presiden terbaru Somalia yang ditunjuk oleh dewan parlemen Somalia bersama-sama eks “Mujahidin”, umumnya berasal dari Tanzhim Al Mahakim Al Islamiyah, dalam sebuah pertemuan yang dimediasi PBB di Djibouti. Pent). Ia sebelumnya adalah presiden/pemimpin Al Mahakim Al Islamiyah dan sebelumnya bersama-sama Mujahidin. Tetapi ia akhirnya terbujuk oleh tawaran utusan Amerika di Kenya.

Ia merubah haluannya (menjadi murtad), dan menyetujui untuk bekerja sama dengan orang-orang kafir, memadukan hukum positif kufur dengan Syariah Islam dan membangun pemerintahan berdasarkan persatuan nasional. Sungguh tindakan ini adalah kemusyrikan yang lebih besar yang mengeluarkan seseorang dari Islam.

Bagaimana bisa orang-orang yang cerdas berakal dapat percaya bahwa musuh kemarin yang memusuhi kita atas dasar aqidah dan keyakinan, dapat menjadi kawan hari ini? Yang demikian itu hanya terjadi jika salah satu pihak telah meninggalkan agamanya.

Maka perhatikan dan telitilah, siapakah di antara dua pihak itu yang telah meninggalkan agamanya: apakah Sheikh Syarif ataukah Amerika? Dan renungkanlah firman Allahu Ta’ala:

“Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka berkata kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang membenci apa yang telah diturunkan Allah, ‘Kami akan mematuhi kalian dalam beberapa urusan’, tetapi Allah Maha Mengetahui rahasia mereka. Maka bagaimana (nasib mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka? Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan membenci (apa yang menimbulkan) keridlaannya. Sebab itu Allah menghapus segala amal mereka”. (QS 47: 25 – 28)

Dan sabda Rasulullah saw:

“Dua ekor serigala kelaparan yang ditinggalkan di tengah kawanan domba tidak lebih besar menimpakan kehancuran daripada kehancuran atas agama yang ditimbulkan oleh nafsu manusia atas kekayaan dan kedudukan.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi)

Wahai, betapa nafsu kepada harta, status, dan kedudukan telah menghancurkan kepemimpinan kami!

Para presiden ini adalah wakil dari musuh kita, dan kekuasaannya sebenarnya kosong dan hampa. Sheikh Syarif adalah salah satu di antara mereka, maka ia harus digulingkan dan diperangi.

Para ulama Islam telah bersepakat bahwa kekuasaan tidak boleh diberikan pada orang kafir, dan jika penguasa telah berbalik menjadi kafir selama masa kekuasaannya, maka kewenangannya menjadi batal, dan dia harus digantikan, meski itu harus dengan kekuatan senjata.

Qadli Iyad rahimahullah berkata, “Para Ulama telah bersepakat bahwa imamah tidak boleh diberikan pada orang kafir. Dan jika imam menjadi kafir, ia harus diganti”.

Saudaraku di Somalia..

Kalian harus mewaspadai prakarsa yang mengenakan simbol Islam dan mengedepankan institusi keagamaan padahal prakarsa itu kontradiktif dengan Syariah Islam. Seperti prakarsa yang diajukan oleh (mereka menyebut dirinya) ‘persatuan Ulama Somalia’ yang memberi waktu enam bulan kepada Sheikh Syarif untuk menerapkan Syariah Islam.

Mereka memintanya untuk menerapkan apa yang ia hancurkan, bagaimana mungkin ia akan melaksanakannya? Orang-orang ini tidak memahami realita atau tengah berusaha membodohi kita. Prakarsa ini adalah tindak pengkhianatan nyata yang mereka lakukan atas kepercayaan kita.

Semua orang yang cerdas berakal mewaspadai tikaman Amerika terhadap Islam. Dahulu mereka (Amerika) menolak penerapannya (Syariah Islam) di Somalia, sebagaimana mereka menolak di Iraq dan Afghanistan; dan kini mereka juga menolak penerapannya di wilayah Swat Pakistan.

Lalu disusul dengan prakarsa lain dari luar negeri (maksudnya beberapa tokoh ulama dan penguasa dari beberapa negara Islam -Pent), yang meminta segenap Mujahidin yang jujur di antara kalian untuk menghentikan peperangan dan bernegosiasi dengan Sheikh Syarif, berpura-pura tidak tahu adanya kendali penuh Amerika atas si boneka barunya ini.

Sungguh orang-orang ini telah tersesat. Perintah yang datang kepada kita adalah untuk memerangi pemerintah murtad, bukan untuk menghentikan perang. Kedudukan mereka satu garis dengan berbagai prakarsa sebelumnya yang pernah diajukan oleh rejim-rejim Arab yang dikendalikan Amerika.

Sama seperti prakarsa si gubernur Riyadl, ketika ia menyampaikan sambutannya kepada pemerintahan presiden Abdullahi Yusuf, tetapi dengan ijin Allah, konspirasi itu hancur berkeping-keping di hadapan keteguhan Mujahidin.

Maka berhati-hatilah terhadap segala prakarsa yang bertentangan dengan aturan syariah, dan jangan tertipu olehnya. Meskipun mengatasnamakan institusi keagamaan atau simbol-simbol relijius, kesemuanya itu tidak berarti, karena berbagai institusi telah diinfiltrasi oleh rejim, khususnya rejim Riyadl dan Kairo, dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Aku sampaikan kepada Saudaraku Mujahidin, putra-putra Somalia yang jujur, dan menyeru mereka untuk melanjutkan langkah mereka di atas Jalan Jihad. Kekufuran global tengah menghadapi kesulitan dan krisis yang belum pernah mereka hadapi berpuluh tahun sebelumnya, maka teguh dan kuatkan tekad!

Karena kalian adalah pasukan paling penting dari battalion Mujahidin Islam, kalian adalah garis terdepan pertahanan pertama Dunia Islam di wilayah barat daya; kesabaran dan keteguhan kalian menjadi pendukung bagi seluruh saudara kalian di Palestina, Iraq, Afghanistan, Maghrib Islami, Pakistan, dan seluruh medan Jihad lainnya; serta kesabaran dan keteguhan mereka dalam menghadapi musuh yang sama – Amerika dan sekutunya – menjadi pendukung dan penguat kalian.

Maka mari kita menjaga pos pertahanannya, dan jangan sampai garis yang menjadi tanggung jawabnya dapat diterobos musuh, dan mari kita legakan dada kaum Muslimin dengan membunuh para penerobos kedaulatan.

Aku juga mendesak putra-putra Muslim rakyat Somalia, hendaknya kalian berpacu menyerta saudara kalian Mujahidin yang jujur; dan aku menyampaikan permohonan kepada seluruh Ummah Islam di mana saja berada, hendaknya kalian mengulurkan bantuan dan dukungan kepada keluarga kita di Somalia, penuhilah kebutuhan saudara kita yang menderita akibat kelaparan, dan ulurkan seluruh sumber daya kita demi mendukung Jihad hingga negeri (Somalia) yang berkah ini dapat dimerdekakan sepenuhnya dari penjajah dan kaum munafiq, dan daulah Islam berdiri di sana, insyaallah!

Sungguh kemenangan itu mudah, insyaallah, jika setiap kita menunaikan tugasnya; dan salah satu pertanda baik adalah bahwa saudara kalian rakyat Somalia terkenal memiliki jiwa yang shabar, teguh, tsabat, dan perwira. Bagi mereka, kematian lebih disukai ketimbang harus menundukkan kepala di hadapan pemerintah Salib Abisinia, dan (kita mempersaksikan) kepahlawanan tiada tara yang mereka tunjukkan dalam peperangan melawan penjajah Salib pimpinan Amerika, dan mereka dengan ijin Allah dapat mengalahkannya, dan menjerumuskan mukanya ke dalam lumpur, hingga ia pergi membawa ekornya dalam keadaan kalah terhina.

Maka wahai Muslim, penuhilah kewajiban kalian, penuhilah kebutuhan saudara kalian, khususnya bantuan keuangan, untuk membeli persenjataan dan perlengkapan Jihad! Jangan biarkan mereka terluka akibat pukulan musuh, dari arah barisan kalian!

Ummah Muslimku..

Kemenangan Mujahidin di Somalia adalah sesuatu yang sangat… sangat penting, dan sikap berpangku tangan tidak membantu mereka adalah sangat berbahaya. Karena jika lambung telah berhasil digerogoti, maka mudah bagi musuh untuk mengganyang jantung Dunia Islam.

Maka inilah yang kita saksikan, maneuver yang dilakukan para wakil koalisi Zionis – Salibis, untuk mengarahkan penjajahan langsung oleh koalisi Zionis – Salibis. Kalian tengah menghadapi Kampanye Salib Universal.

Inilah Somalia di sayap barat daya, dan armada salib telah menginvasinya dari darat, laut, dan udara. Dari arah barat, armada salib yang lain tengah bergerak maju, yaitu menuju Sudan dari arah Darfur, dan hanya berjarak 300 km terpisah dari pantai Sudan, terletak Masjidil Haram di Makkah Al Mukaramah; suatu jarak yang terjangkau oleh satu lontaran rudal scud.

Di utara, ada Masjid Al Aqsha Mubarak, dan di sana tentara Zionis telah menguasainya lebih dari 60 tahun, dan armada laut Salib mengepung Gaza, dan bala tentara salib yang lain bercokol di Libanon Selatan.

Dan di timur, invasi salib dipimpin Amerika tengah mengancam Afghanistan, dan yang lain di Iraq. Lalu ini semua diperburuk dengan bertebarannya berbagai basis militer musuh di negeri-negeri kita. Maka sampai kapan kalian terus takut kepada Amerika beserta kaki tangannya?

Aku mengingatkan kalian kepada firman Allah Ta’ala:

“Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS 9: 13)

Maka bebaskanlah diri kalian dari menghamba kepada raja-raja palsu, musuh Allah. Teguhkan diri kalian untuk menunaikan kewajiban, sesungguhnya musuh mengancam seluruh kalian, seluruh milik kalian: harta dan jiwa, dan yang paling berharga: Din kalian.

Aku melindungi agamaku dengan hartakuDan tiada tersia-siaSemoga Allah tidak memberkahi harta…yang bukan digunakan untuk menolong agama

Ya Allah, sampaikan shalawat dan salam kepada tuan kami Muhammad saw, beserta keluarga Beliau, dan seluruh Shahabat. Dan doa terakhir kami segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin.

*****
Sumber: Forum Muslim Ummahq

Minggu, 25 Januari 2009

Pesan Amirul Mukminin Abu Umar Al-Baghdady





Segala puji bagi Allah yang telah dengan tegas menurunkan wahyu :

“Telah diwajibkan berperang kepada kalian meskipun kalian tidak menyukainya, dan bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian. Dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui sementara kalian tidak mengetahui”

Shalawat dan salam selalu tercurah kepada Rasulullah, penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan, yang telah bersabda :
"Pokok seluruh urusan kehidupan adalah Islam, pilar-pilarnya adalah Shalat, dan puncak-puncaknya adalah Jihad”

Beliau saw bersabda :
"Siapa yang mati dan belum pernah berperang, atau tidak pernah berniat untuk berperang, maka ia mati di atas satu cabang kemunafiqan”

Wa ba’du :

Sungguh, kita menyaksikan saat ini, para anak keturunan kera dan babi, para penyembah ‘tuhan-tuhan’ palsu, tengah menimpakan hujan api terhadap segenap saudara dan keluarga kita di Gaza. Mereka membantai tanpa kompromi para wanita, orang tua, dan anak-anak. Mereka menghancurkan rumah dan merampas hak milik saudara kita. Terlebih lagi, mereka menambah intensitas pelanggaran, penentangan, dan kekejian, dengan menghancurkan masjid-masjid, rumah-rumah Allah. Mereka seakan bebas melakukannya secara terbuka di depan mata seluruh Ummah Muslim, dan dipertunjukkan dengan vulgar oleh berbagai media. Maka, apakah yang telah kalian lakukan, wahai Ummah Islam? Belumkah sampai kepada kalian firman Allah?

"Dan mengapa kalian tidak mau berperang di Jalan Allah dan (demi membela) orang-orang lemah tertindas baik laki-laki, wanita, dan anak-anak, yang semuanya berdoa, ‘Ya Rabb, selamatkanlah kami dari negeri ini, yang orang-orangnya dzalim menindas. Dan kirimkanlah kepada kami dari sisiMu para pelindung, dan kirimkanlah kepada kami dari sisiMu para penolong”. (An Nisaa : 75)

Dan firmanNya:
"Sesungguhnya (hanyalah) orang-orang mu’min itu bersaudara”. (Al-Hujuraat :10)

Bagaimana sikap kalian terhadap firmanNya :
"Dan orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan, mereka menjadi menjadi penolong bagi saudaranya…” (Al-Tawbah :71)

Sesungguhnya berangkat untuk menolong saudara mu’min kita yang lemah dan tertindas di Gaza adalah fardlu ‘ain atas setiap diri kita, sebuah faridlah (kewajiban) yang telah dimandatkan oleh Rabb langit dan bumi. Sungguh, mengabaikan nasib saudara kita yang tertindas, meremehkan usaha pertolongan terhadap mereka, serta berdiam diri dari berjuang mengangkat ketidakadilan dan penindasan ini, merupakan dosa besar, dan ia adalah bentuk keikutsertaan kita terhadap kekejian ini, ia adalah coreng kehinaan di kepala setiap muslim yang tidak akan terhapus dan terbawa hingga setelah kematian.

Wahai Muslim! Sesungguhnya (semakin jelas) para penguasa di negeri-negeri Islam itu adalah para pengkhianat, kaum murtaddin dan pendosa kotor, pembohong dan pendusta, para penjahat keji. Di manakah slogan-slogan itu, slogan tentang Pan Arabisme, nasionalisme, atau patriotism? Ketika perang telah diumumkan terhadap rakyat kita lemah dan tertindas di Gaza, serangan bahkan dilancarkan dari arah ‘Negeri Kinanah’ sendiri. Mesir ikut serta dalam proyek penghancuran ini atas perintah si thoghut, ‘La Mubarak’ (tiada diberkahi), musuh Allah dan ummat Islam, sekutu setia Yahudi penjahat.

Wahai Muslim! Jika kita hari ini tidak bangkit untuk melawan para penguasa khianat ini, lalu kapan lagi kita akan lakukan? Mereka telah mengkhianati Din kalian dan merampas harta milik kalian. Lalu hari ini kalian semua menyaksikan mereka ikut serta dalam pembantaian keluarga dan saudara kita. Bangkitlah! Lawanlah mereka, hancurkan singgasana mereka, gulingkan mereka dari kekuasaan! Hancurkan tirani dan kesewenang-wenangan mereka! Bangkitlah! Angkat senjata kalian, bertempur dan perangi mereka hingga Allah menghapuskan penghinaan dan kehinaan ini! Apa yang telah dirampas oleh kekuatan, tidak akan dapat direbut kembali melainkan oleh kekuatan. Apa yang telah dirampas oleh kudeta militer dan pemilihan palsu yang dipaksakan, tidak akan dapat direbut kembali, melainkan oleh laras senjata dan tembakan peluru!

Jujurlah kalian kepada Allah dan diri kalian sendiri! Masihkah kalian mengira bahwa para penguasa di Mesir, Jordan, Sham, dan Jazirah Arabia akan pernah, walau hanya sehari saja, bangkit berdiri untuk membela Din, negeri, dan kehormatan? Maka jika jawaban dari pertanyaan ini telah kalian sama-sama ketahui, bahkan ia adalah satu kenyataan yang telah dipahami oleh tiap bayi yang merasakan kegetiran penghinaan dan pedihnya penindasan dari air susu ibundanya, lalu sampai kapan lagi kalian tetap berdiam diri?

Wahai Muslim! Jadikanlah keteguhan dan keberanian saudara kalian di Gaza sebagai api yang akan membakar semangat kalian untuk membebaskan negeri-negeri Muslim dari cengkeraman para penjahat durjana. Sungguh Rasulullah telah bersabda :

"Hari Qiyamat tidak akan tiba hingga balatentara Romawi akan tiba di A’maaq atau Dabiq. Satu pasukan akan berangkat dari Madinah untuk memerangi Romawi, dan mereka adalah sebaik-baik ummat di masa itu. Ketika barisan-barisan pasukan telah saling berhadap-hadapan, orang-orang Romawi akan berkata, ‘Biarkan kami untuk memerangi mereka yang telah menawan perempuan dan anak-anak kami’. Pasukan Islam akan menjawab, ‘Tidak, demi Allah! Kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami’. Lalu mereka saling bertempur. Sepertiga pasukan Islam akan melarikan diri, dan Allah tidak akan memaafkan mereka. Sepertiga pasukan Islam terbunuh syahid, dan mereka termasuk kalangan syuhada terbaik di mata Allah. Sepertiga pasukan Islam yang lain akan tetap tabah dan teguh, mereka akan dibukakan kemenangan dan mereka akan dibebaskan dari berbagai fitan (di Hari Qiyamat)”.

Inilah contoh teladan sejati bagaimana seorang Muslim itu seharusnya. Ia tidak akan mengecewakan saudaranya, atau menyerahkannya ke tangan musuh, atau meninggalkannya ketika ia tengah membutuhkan pertolongan. Jika Allah tidak akan memaafkan mereka yang melarikan diri padahal mereka telah bertempur dengan gigih dalam peperangan besar di A’maaq dan Dabiq itu, lalu bagaimanakah pendapat kalian mengenai sebesar apa dosa mereka yang berdiam diri dan tidak bertempur sama sekali?

Rasulullah bersabda dalam salah satu shahih :
"Tolonglah saudaramu, apakah ia dalam keadaan dizholimi atau mendzholimi”

Dan Rasulullah bersabda :
“Setiap Muslim bersaudara. Mereka tidak akan saling mendzolimi, pun tidak akan menyerahkan saudaranya ke tangan musuh”
Kita adalah ummat yang setiap orang mendukung yang lainnya, sehingga semua menjadi satu bagian laksana bangunan yang kokoh, sebagaimana Rasulullah menggambarkan tentang kita :

“Orang-orang Mu’min, satu dengan yang lain seperti benteng yang kokoh, satu dengan yang lain saling menguatkan”.

Kami melihat beberapa hal, yang akan menjadi solusi, insya Allah :

Pertama : kami mendesak kalangan cendekia dan para tokoh di negeri-negeri yang berbatasan dengan Palestina, untuk memimpin dan mengarahkan aksi massa menuju perbatasan (tidak lagi sekedar aksi massa di lapangan kota, atau di jalan-jalan kota), hendaknya mereka mematahkan barikade perbatasan dan bergabung dengan rakyat Palestina, hendaknya mereka berpartisipasi dengan saudara mereka di Palestina dalam Jihad fi Sabilillah dengan segala hal yang mereka bisa lakukan. Hendaknya sebagian dari mereka bergerak menguasai pos-pos persenjataan dan basis-basis militer di sepanjang perbatasan yang selama ini digunakan untuk melindungi musuh Zionis.

Kedua : Setiap Muslim yang bekerja di ketentaraan dan dinas militer yang selama ini telah dipaksa untuk melayani para penguasa thowaghit, setiap perwira militer yang selama ini hanya bisa menyaksikan saja berbagai tindak pengkhianatan ini, agar segera bertaubat kepada Allah. Hendaknya mereka berpartisipasi (dalam Jihad) dengan berusaha menyelundupkan sebanyak mungkin persenjataan dari unit-unit mereka, atau menunjukkan jalan dan membuka akses lokasi penyimpanan senjata dan amunisi, sehingga para saudara kita yang lain dapat mengambilnya dan menyelundupkannya kepada saudara kita di Palestina. Sungguh saya merasa sangat sakit menyaksikan helikopter-helikopter Yahudi yang terbang di angkasa, sementara saya tidak dapat mengambil peluncur roket yang besar untuk menembaknya jatuh. Persenjataan ini juga hendaknya digunakan untuk memerangi dan membunuh para tokoh-tokoh pendukung thowaghit, dalam kedudukan (posisi) apa saja mereka berada, yaitu mereka yang berusaha mencegah rakyat kita dalam melancarkan protes demi menunjukkan solidaritas kita kepada saudara kita di Gaza. Mari kita buat masyarakat luas (masyarakat dunia) tahu bahwa kita akan memerangi Yahudi dan para antek-anteknya tidak (hanya) dengan sekedar berteriak dan menyampaikan protes, tetapi dengan darah yang mengalir seperti sungai dan potongan tubuh yang tercerabik seperti hempasan serpihan bebatuan, karena Allah tidak akan mengangkat seluruh kehinaan ini hingga kita bersedia mempersembahkan jiwa dan ruh kita kepada Allah serta patuh dan menegakkan hukumNya di atas bumiNya.

Ketiga : Kepada saudara kami di Palestina, khususnya mereka yang berada di Gaza, kewajiban bagi kalian yang tengah berperang meninggikan Kalimat Allah, berjuang agar dapat merebut kembali izzah dan kehormatan Din Allah, hendaknya mereka bersatu dalam satu panji, dalam satu komando kepemimpinan. Kalian harus menyadari, bahwa kalian harus saling mengalah dan berkompromi atas berbagai urusan dunia, mengesampingkan segala urusan remeh duniawi. Jika kalian tidak bersatu sekarang, maka sampai kapan kalian akan bersatu? Takutlah kalian kepada Allah, dan bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk memerangi musuhNya sebagaimana firmanNya:
“Sesungguhnya Allah mencintai mereka yang berperang di jalanNya dalam satu barisan, seakan satu bangunan yang kokoh”. (Al-Saff : 4)

Keempat : Bangsa Palestina di seluruh dunia harus terjun menolong saudara mereka. Kita akan menjumpai, tidak sedikit di antara mereka tersebar di berbagai negara, bangsa Palestina yang berpendidikan baik, bahkan memiliki kemampuan teknis dan kemiliteran. Mereka harus melancarkan serangan terhadap berbagai kepentingan Amerika dan Yahudi di seluruh dunia. Segala puji bagi Allah, kaum perantauan Palestina ini tidak kurang keperwiraannya, tidak sedikit pengalamannya, dan mereka lebih berkeinginan untuk menolong sesama bangsanya dibandingkan yang lain.

Kelima : Bukankah sekaranglah saatnya agar seluruh persenjataan yang disimpan di gudang-gudang senjata Palestina kita gunakan untuk melawan penjajah? Inilah saatnya untuk mempertunjukkan sejauh mana kehebatan persenjataan itu ketimbang selama ini hanya didemonstrasikan sebatas parade militer di kamp-kamp. Apa lagi yang kita tunggu? Adakah masa yang lebih genting lagi dibandingkan saat ini? Ataukah kalian (dengan mempertunjukkan demonstrasi senjata di parade militer) hanya berusaha untuk mempertahankan sebatas kehidupan yang hina dan remah-remah roti dari tangan para thowaghit penguasa negeri-negeri Muslim itu?

Saya mengingatkan Ummat Islam seluruhnya, khususnya para ulama dan cendekiawan di antara mereka, agar kalian berhenti menghambur-hamburkan energi ‘kemarahan’ ummat dalam bentuk protes (dan demonstrasi) kosong dan tanpa guna, atau sekedar membuat ummat Islam ini merasa puas dengan (cukup) mendonasikan uang untuk saudara mereka, sementara uang dan sumber daya itu tidak akan pernah sampai ke tangan yang berhak. Inilah yang selama ini diinginkan oleh orang Yahudi dan Nashrani atas kita. Mereka membunuhi kita, lalu mereka menyampaikan pesan pada para agen dan kaki tangannya supaya mereka merawat orang-orang kita yang terluka, dan menguburkan yang mati. Atas dasar alasan inilah mereka kemudian mendirikan organisasi Palang Merah.

Kami di sini, di Bumi Iraq, sungguh kami berjanji kepada rakyat kami di Gaza, kami sekali-sekali tidak akan mengecewakan kalian, kami sekali-sekali tidak akan membiarkan kalian, dalam pertempuran kami melawan Yahudi dan para sekutunya. Kami akan meningkatkan intensitas amaliyat kami dalam melawan penjajah Amerika. Dan kami menyampaikan kabar gembira kepada kalian, saudara kami di Palestina dan Iraq, bahwa kemenangan sudah dekat, insya Allah.

Betapa Allah berfirman :
“Sungguh, setelah kesulitan itu ada kemudahan, setelah kesulitan itu ada kemudahan.” (Surah Al-Insyirah: 5 - 6)

Sungguh kami menyaksikan bahwa masa-masa akhir dari Yahudi dan para agen-agennya telah semakin dekat, di tangan para Pejuang Tauhid dan Pemikul Panji “Laa ilaha illa Allah”.

Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!

“Dan Allah Maha Berkuasa atas segala urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.” (Yusuf : 21)

Saudara Kalian

Abu Umar Al-Baghdadi

PESAN SYEIKH AIMAN ADZ-DZAWAHIRI


Pembantaian Gaza dan Isolasi Para Pengkhianat


Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah atas Rasulullah, keluarga beliau, para sahabat dan segenap pengikut yang menapak sunnahnya

Saudara muslim di mana saja Anda berada..

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Hari-hari ini serangan Israel atas Gaza telah dilancarkan tak terelakkan, membantai serta melukai ratusan orang, dan seluruh dunia, termasuk para (penguasa) Arab khianat tidak berbuat apapun kecuali hanya menyampaikan berbagai pernyataan kosong.

Dalam menghadapi berbagai perkembangan ini, saya ingin menyampaikan beberapa pesan kepada kalian.

Pesan Pertama, saya tujukan kepada seluruh saudara Muslim saya di Gaza dan segenap Palestina, saya mengingatkan kalian dengan firman Allah: “Janganlah kalian merasa lemah (dalam menghadapi musuh), dan jangan kalian merasa bersedih, sungguh kalianlah orang-orang yang paling tinggi (menang) jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian mendapat luka, maka orang-orang kafir pun mendapat luka. Dan masa (kejayaan dan kekalahan) kami pergilirkan di antara manusia, agar Allah dapat membuktikan siapa di antara kalian orang (yang benar-benar) beriman, dan agar Allah dapat menjemput para syuhada di antara kalian. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan agar Allah mensucikan kalian (dari dosa-dosa) serta membinasakan orang-orang kafir” (Qs Ali Imran 139 – 141)

Teguh dalam keshabaran, tsabat dan tetap tegak bertahan di atas Jalan Jihad. Sungguh, seluruh ummat Islam bersama kalian. Dan saya menyampaikan kepada kalian, demi Allah, kami tidak akan pernah tinggal diam hingga kami dapat membalas setiap jiwa yang dibunuh, setiap orang yang terluka, setiap janda-janda muslimah dan para kanak-kanak yatim, di Palestina dan di seluruh Bumi Islam. Kami, insya Allah, tetap taat dan teguh untuk memenuhi sumpah Sheikh Usamah bin Ladin, semoga Allah sentiasa melindungi Beliau, “Aku bersumpah, demi Allah yang Maha Perkasa, yang telah meninggikan langit tanpa pilar, Amerika dan mereka yang tinggal di Amerika, tak akan kami biarkan (walau sekedar bermimpi) merasakan keamanan hingga kami dapat menyaksikan keamanan dan kedamaian di Palestina, dan hingga seluruh kekuatan kafir dapat diusir dari seluruh Bumi Islam”. Sungguh kami berharap, dan sentiasa berusaha, sehingga pada suatu hari kami akan menolong kalian secara langsung untuk membebaskan Yerusalem dan Masjid Al Aqsha, serta mengibarkan tinggi-tinggi panji Islam dan Jihad di atas Bumi Al Quds.

Saudara Muslimku, serta segenap Mujahidin di Gaza dan seluruh Palestina; apa yang kalian hadapi hari ini bukanlah semata sebuah usaha pendudukan, yang terbatas pada wilayah tertentu atau atas negeri tertentu; ini adalah bagian dari mata rantai tak terpisahkan kampanye Perang Salib Semesta yang digelar aliansi Zionis Salibis atas seluruh Dunia Islam. Penyerbuan keji ini adalah ‘hadiah’ untuk kalian dari Obama sebelum ia menduduki singgasana kekaisarannya, dan Husni Mubarak, sang pengkhianat adalah sekutu utama (dengan aliansi Zionis Salibis) dalam mengepung dan membantai kalian. Ketika pesawat-pesawat tempur Israel menggempur kalian dari udara, orang hina ini menutup perbatasan dengan menempatkan tentaranya, sehingga aksi pembantaian atas Gaza yang memang telah direncanakan ini dapat dilaksanakan. Sungguh peran yang kotor dan keji yang sama, dimainkan oleh kaum Yahudi dan para sekutu murtaddin seperti yang pernah mereka lakukan di Shabra dan Shatila.

Saudara Muslimku, serta segenap Mujahidin di Gaza dan seluruh Palestina; kami bersama kalian dan sentiasa menyertai kalian dalam pertempuran menghadapi Perang Semesta Aliansi global Zionis Salibis, di mana saja kami berada. Dan kami, dengan ijin Allah, telah bergerak mendekati kalian, perlahan tetapi pasti. Insya Allah, tidak lama lagi, dengan ijin Allah kami akan memecah perbatasan dan menerobos blokade yang menghalangi kami dengan kalian. Penarikan mundur tentara Amerika dari Iraq adalah satu tanda (sinyal) kebaikan tentang (makin dekatnya) saat kami dapat bergabung bersama kalian, dengan ijin Allah. Allah Maha Tahu, betapa besar keinginan kami agar dapat menyertai kalian saat ini, melindungi kalian dengan darah dan jiwa kami, menebus kalian dengan diri kami. Saya pribadi, betapa perih hati dan sungguh berharap kepada Allah untuk dapat menyertai kalian saat ini, merawat orang-orang yang terluka, dan mengobati yang sakit. Sebagaimana saya bersyukur kepada Allah, telah diberiNya kesempatan serupa sebelumnya, selama bertahun-tahun menyertai dan melayani para Mujahidin dan Muhajirin kita di Afghanistan.

Pesan kedua, saya tujukan kepada umat Islam di Mesir. Kepada kalian saya tegaskan; adalah kewajiban yang terpikul di atas pundak setiap kalian, agar kalian berusaha menghentikan pengepungan dan blokade, kalian wajib mengambil tanggung jawab ini (karena Allah akan menagihnya kepada kalian di Hari Qiyamat). Kalian harus melakukan apapun untuk menghentikan pengepungan dan pembantaian; apakah itu protes, unjuk rasa atau demonstrasi, yang tidak boleh berhenti hingga pengepungan atas Gaza diakhiri, dan Husni Mubarak si pengkhianat harus diseret untuk bertanggung jawab.

Lakukanlah apa saja untuk menolong saudara kita di Gaza, mulai dari mengorganisir gerakan masiv unjuk rasa, pemogokan, dan demonstrasi, sehingga para pelajar dan mahasiswa mogok dari sekolahnya, para pekerja dan karyawan mogok dari kantor-kantornya, untuk memaksa Husni Mubarak si penjahat kriminal membuka pengepungan atas Gaza.

Dan saya sampaikan kepada mereka yang masih memiliki ghirah dan izzah di kalangan angkatan bersenjata Mesir, sungguh kepada kalian telah ada teladan yang dicontohkan Sulaiman Khatir, semoga Allah menyayanginya. Husni Mubarak si kriminal pengkhianat telah memanfaatkan kalian sebagai alat untuk mengkhianati Din kalian dan mengepung saudara kalian di Gaza, serta menyingkap seluruh rahasia pertahanan mereka, untuk membantu pesawat-pesawat Israel dengan mudah membantai saudara kalian. Sampai kapan kalian bertahan untuk menjadi balatentara setan? Sampai kapan kalian sadar hingga kalian menjadi tentara untuk Allah dan RasulNya?

(Sulaiman Khatir, seorang tentara Mesir. Pada 5 Oktober 1985, ia melancarkan amaliyat Sinai, dengan menembakkan senjata pada rombongan turis Israel yang berkunjung ke Sinai. Sekitar tujuh turis Israel terbunuh. Israel mendesak Mesir untuk mengekstradisi Sulaiman Khatir, atau setidaknya menghukum dengan seberat-beratnya. Pada bulan Januari 1986, Sulaiman Khatir ditemukan ‘gantung diri’ di sel penjaranya. Rejim Mesir mengeluarkan pernyataan resmi bahwa ia bunuh diri di penjara. Tetapi banyak orang yakin, rejim Mesir mengatur sandiwara ‘bunuh diri’ ini untuk menyelamatkan diri dari tekanan Israel. Semoga Allah melimpahkan ampunan dan kasih sayang kepada Sulaiman Khatir. Pent.)

Allah berfirman: “Wahai kalian orang beriman, hendaknya kalian menjadi Ansharallah (para penolong Allah) sebagaimana Isa Putera Maryam yang berkata kepada para hawarinya (para penyerta), ‘Siapakah yang akan menolongku di sisi (di jalan) Allah?’ para Hawariyyun berkata, ‘Kamilah Ansharallah!’ Lalu berimanlah satu kelompok Bani Israel dan sekelompok yang lain menjadi kafir. Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang beriman atas musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi golongan yang menang”. (Ash Shaff 14)

Saya berkata kepada para klan dan suku, penduduk Sinai: Hari ini adalah hari kalian. (Hendaknya) kalian menyediakan untuk Saudara kalian dalam Islam dan dalam pertalian kekeluargaan, segala kebutuhan mereka, dari persedia dan perlengkapan. Mulai dari sepotong roti hingga ranjau anti tank. Rejim Mesir khianat,yang telah merendahkan harga diri, kehormatan, dan kesucian kalian, adalah rejim yang sama yang telah mengepung saudara kalian seagama dan sekeluarga di Gaza, dan bersekongkol dengan Yahudi untuk membantai saudara kalian. Takutlah kepada Allah atas nasib Saudara kalian di Gaza! Patahkan blokade rejim khianat ini! Ketahuilah, Allah akan bertanya kepada kepada kalian tentang apa yang telah kalian lakukan untuk menolong saudara kalian, maka persiapkan diri kalian supaya kalian dapat menjawab pertanyaan Allah.

Rasulullah saw bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak akan mendzaliminya, atau memperhinakannya, atau merendahkannya, atau menyerahkannya ke tangan musuh. Siapa yang menolong saudaranya, Allah akan menolongnya. Siapa yang menghilangkan kesusahan saudaranya, Allah akan menghilangkan kesusahannya pada Hari Qiyamat. Dan siapa yang menutupi aib saudaranya, Allah akan menutupi aibnya di Hari Qiyamat”

Dan Beliau saw bersabda: “Jangan kalian saling mengintai (memata-matai), jangan kalian saling mencari kesalahan, jangan kalian saling iri, jangan kalian saling dengki, jangan kalian saling benci, dan jangan kalian mengecewakan yang lain. Wahai hamba Allah! Jadilah kalian bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak boleh menindasnya atau memperhinakannya atau merendahkannya. Taqwa itu ada di sini (dan Rasulullah menunjuk dadanya tiga kali). Setiap Muslim haram (terjaga) hartanya, kehormatannya, darahnya. Cukuplah disebut suatu kejahatan, jika seseorang merendahkan saudara Muslimnya”.

Pesan ketiga saya tujukan kepada Muslim di mana saja kalian berada. Kepada kalian saya berkata: Inilah Obama yang dipersembahkan kepada dunia oleh mesin kebohongan Amerika sebagai penyelamat yang akan mereformasi kebijakan Amerika, inilah Obama yang membunuh saudara kalian di Gaza dengan hati dingin tanpa belas kasihan.

Saya katakana kepada rakyat Muslim yang marah dan menghimpun demonstrasi serta protes di seluruh dunia; protes tidak cukup untuk menghadapi bom. Mengapa kita tidak menghimpun kemarahan kita dan mengarahkannya untuk melancarkan aksi signifikan yang akan mengguncang pilar-pilar aliansi Zionis Salibis, dengan ijin Allah?

Wahai saudara Muslim di mana saja kalian berada, patuhilah Allah, dan sambutlah kewajiban Jihad fi Sabilillah. Allah berfirman: “Wahai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan RasulNya, ketika Rasul menyeru kalian kepada sesuatu yang akan menghidupkan kalian. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya. Dan sesunggunya kepadaNya kalian akan dikumpulkan. Dan peliharalah diri kalian dari fitnah (cobaan dan siksa) yang tidak khusus menimpa orang-orang dzalim di antara kalian. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah sangat keras siksaNya”. (Al Anfaal 24-25)

Wahai Muslim di mana saja kalian berada, hadapilah kampanye semesta Zionis Salibis dan perangi mereka di mana saja berada! Tolonglah dan dukunglah saudara dan putra-putra kalian, para Mujahidin fi Sabilillah dalam konfrontasi semesta ini.

Wahai para Singa Islam! Di Bumi Maghrib Islami, di Levant, di Tanah Semenanjung Arabia, di Bumi Iman dan Hikmah – Bumi Yaman, di Bumi Khilafah – Bumi Iraq, di Bumi Izzah dan kehormatan – Bumi Khurosan, di Bumi Tsabat dan keteguhan – Bumi Cechnya, perangilah lebih keras lagi aliansi Salibis Zionis dan seluruh kepentingan mereka!

Wahai kalian para Singa Islam, di mana saja kalian berada! Para penguasa di negeri-negeri muslim tidak lebih dari anjing penjaga bagi kepentingan Zionis – Amerika di negeri mereka. Mereka telah menyerahkan Palestina dan mengakui Israel. Inilah Husni Mubarak yang mengepung Gaza, Abdullah bin Abdul Aziz yang menggelar sandiwara dialog antar agama supaya ia dapat bertemu Peres di New York, mempersiapkan pengakuan faktual dan total atas Israel. Inilah Ali Abdullah Saleh, yang telah mencemari kehormatan Bumi Yaman dengan menyediakan basis bagi kampanye salib semesta atas dunia Islam. Dan inilah Al Maliki yang mengemis agar tentara Amerika tetap berada di Iraq untuk dapat menjamin keberlangsungan rejim pemerintahan para pengkhianat. Maka mari kita hancurkan harapan dan usaha para pengkhianat itu, dengan menyerang keberadaan dan kepentingan para musuh Allah dari kalangan Yahudi dan Salibis, di mana saja mereka berada, dan dengan cara apapun yang dapat kalian lakukan!

Allah berfirman: “Dan janganlah kalian berhati lemah dalam mengejar mereka (musuh kalian). Jika kalian menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pula menderita sakit yang serupa. Tetapi kalian mengharapkan sesuatu dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana”. (An Nisaa 104)

Dan kata penutup saya, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah, para keluarga Beliau, dan seluruh Shahabatnya.

KATA ABDULLAH AZZAM TENTANG USAMAH BIN LADEN


"Kita memohon kepada Allah ta'âla agar menjaga saudara kita, Abu Abdullah Usamah Bin Ladin; lelaki inilah, kedua mataku tak pernah melihat lelaki semisal ini di seluruh dunia"


"Lelaki ini melambangkan seluruh negara"


"Demi Allah, aku bersumpah aku takkan pernah mampu menemukan seorang yang setara dengannya di seluruh dunia islam, jadi kita memohon kepada Allah untuk menjaga agamanya dan hartanya, dan agar memberkahi kehidupannya"


"Dia hidup di rumahnya dengan kehidupan orang yang melarat. Dulu aku terbiasa mengunjungi rumahnya di Jeddah disaat aku pergi untuk haji atau umroh, dan aku tidak pernah menemukan sebuah meja atau sebuah kursi dalam rumahnya: seluruh rumahnya. Dia menikahi empat istri dan di seluruh rumahnya aku tak pernah melihat sebuah meja maupun kursi. Rumah pekerja Yordania atau Mesir bahkan lebih baik dibanding dengan rumah Usamah. Pada saat yang sama, jika kamu meminta kepadanya jutaan riyal untuk Mujahidin, dia akan menuliskan sebuah cek jutaan reyal untukmu"


"Orang-orang Afganistan melihat orang arab layaknya seorang lelaki yang meninggalkan perniagaannya, pekerjaannya dan perusahaannya di Saudi Arabia, atau di teluk Yordania, dan hidup dengan kehidupan roti dan teh basi di puncak-puncak pegunungan. Dan mereka akan melihat Usamah Bin Ladin layaknya seorang lelaki yang telah meninggalkan bisnisnya yang sukses dalam merenovasi masjidil harom milik rosulullah SAW di Madinah untuk saudara-saudaranya hingga ia pun kehilangan bagiannya - 2.5 juta dolar - lalu melemparkan dirinya ke tengah-tengah pertempuran"


"Usamah mendatangi salah satu saudara perempuannya dan menyodorkan fatwa Syekh Ibnu Taimiyyah tentang kewajiban untuk pergi berjihad, kemudian dengan segera saudara perempuannya mengambil buku ceknya dan memberinya sebuah cek yang bernilai 8 juta riyal (2.5 juta dolar). Orang-orang berkata kepadanya : "Apa kamu sudah gila? 8 juta riyal dalam sekali sumbangan?". Banyak dari kaum muslimah yang berusaha merayunya untuk tidak melakukannya; dan banyak kaum muslimin yang berusaha mengecilkan hati suami saudara perempuan Usamah dan mereka berkata kepada saudara perempuannya ini : "Kamu hidup dalam rumah sewaan: untuk membangun sebuah rumah untukmu hanya membutuhkan biaya satu juta riyal (275 ribu dolar), lalu kenapa Kamu tidak menggunakan satu juta riyal dari sumbanganmu untuk membangun rumah sendiri? Setelah itu, dia pergi menuju saudara laki-lakinya, Usamah, dan berkonsultasi dengannya tentang satu juta riyal untuk membangun sebuah rumah baginya. Lalu Usamah pun berkata : "Demi Allah, bahkan tidak satu riyal pun! Kamu hidup dalam sebuah rumah yang luas ketika orang-orang meregang nyawa, bahkan tak mampu untuk menemukan sebuah tenda untuk bertempat tinggal".


"Ketika dia duduk denganmu, kamu akan merasakan bahwa dia adalah seorang pembantu diantara para pembantu rumah, dengan sopan santun dan kedewasaannya. Demi Allah, kami melihatnya seperti itu. Saya pernah berkata kepada Syekh Sayyaf sekali, "Jagalah lelaki ini agar selalu bersamamu dan laranglah dia untuk memasuki peperangan". Mengingat dia, di lain sisi, selalu nekat untuk pergi dan menghadapi musuh secara langsung".


"Percayalah kepadaku, kapanpun dia datang ke rumahku di Peshawar dan Aku perlu untuk melakukan telpon, dia akan pergi dan mengambilkan telpon untukku dan menaruhnya di depanku, agar aku tidak beralih dari posisiku. Sopan santun, kesederhanaan, kedewasaan : semoga Allah menjaganya".


"Petama kali dia mengundangku untuk datang ke rumahnya adalah di bulan Romadhon. Pada saat maghrib, dia membawa sebuah piring yang dipenuhi nasi dengan sedikit tulang dalam lapisan daging, dan dua atau tiga kebab".


"Sayyid Dhiya', (seorang komandan Afganistan di Aliansi Utara, kemenakan Sayyaf dan salah seorang yang memerangi Mujahidin pada saat perang salib di Afganistan yang bermula tahun 2001), memberitahu kepada seorang jurnalis koran Prancis, Le Monde, "Kami tahu Usamah adalah seorang yang kaya, tapi Dia terbiasa hidup diantara kami dalam kehidupan yang sederhana dan tidak berkecukupan. Dia dikepung oleh orang-orang Rusia dalam dua peristiwa : satu diantara dua peristiwa itu terjadi dalam peperangan yang berakhir selama 24 hari, dan inilah peperangan paling lama yang pernah aku ikuti dalam seluruh hidupku. Usamah dikepung selama 7 hari, di puncak gunung, dia bersama dengan 100 pasukannya. Mereka digempur dengan senjata berat secara terus menerus dari arah tentara Rusia, maka Usamah memberi perintah untuk mencegat jalan darat yang terbuka untuk memotong rute suply pasukan Rusia, dan kemudian menyerang pasukan Rusia pada hari ke-7, dan menjadi pemenang dalam pertempuran itu. Usamah dan orang-orang Arab sangat berani, sungguh - dan semenjak pertempuran itu Aku tak pernah melihat sebuah pertempuran yang seganas pertempuran saat itu. Jujur saja, kami saat itu sangat ketakutan dengan serangan yang terus menerus ditujukan kepada kami, dan kami terus menanti di dalam parit perlindungan kami agar pasukan Rusia mendekati kami sehingga kami bisa menembak mereka. Orang-orang Arab, di satu sisi, pada saat pertempuran tersebut, mereka melompat dari parit perlindungan dan menghadapi musuh secara langsung: mereka sangat bersemangat untuk memerangi musuh tangan ke tangan, sedangkan tak seorang Afgan pun yang disiapkan untuk melakukan hal itu".

AL-QAIDA BERBICARA

Wawancara Ekslusif Al Yaqin dengan salah seorang Mujahidin Al Qa'idah

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah. Dengan ijin Allah, saudara kita dari Al Yaqin Media Center memperoleh kesempatan ekslusif dan langka untuk mengadakan wawancara dengan salah seorang Mujahidin Tanzhim Qoidatul Jihad. Dan sang Mujahid ini, semoga Allah sentiasa melindunginya, menjawab seluruh pertanyaan dengan shabr, penuh kerendahan hati, dan izzah yang kuat, sifat unik yang hanya ditemui pada umumnya orang-orang yang menerjuni Jihad.


Kami persembahkan kepada Anda wawancara menarik ini yang akan menyingkap banyak hal, sementara pada saat yang sama juga tetap membawa misteri tersendiri.

Banyak sekali pembicaraan berputar di situs-situs elektronik (internet) – khususnya yang memiliki perhatian untuk mengungkapkan kebenaran tentang Dunia Islam dan menyampaikan berita yang shahih tentang Jihad dan Mujahidin – tentang kemungkinan dilancarkannya serangan terhadap negeri musuh, Amerika atau Eropa. Apa komentar Anda tentang hal ini?

Segala syukur dan puji hanya milik Allah. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah atas Rasulullah saw. Apa yang Anda rasakan tentang berbagai kabar/isu yang ramai beredar di situs-situs yang baik itu, sebenarnya adalah satu reaksi wajar dan dapat diterima oleh orang-orang yang berpikir rasional. Setiap orang, dekat atau jauh, telah mengetahui betapa berat dan keji penindasan yang tengah menimpa Ummat Islam, dan mereka tahu siapa yang layak diharapkan bangkit berdiri untuk membela mereka, yaitu Al Qaidah (Mujahidin).

Ummat juga telah paham, bahwa Al Qaidah tidak akan pernah tinggal diam menyaksikan tirani, tetapi mereka akan berusaha dengan seluruh daya upaya untuk menghancurkan penindasan yang melanda mereka dan seluruh Ummah. Apa yang tengah ‘panas’ bergolak di situs-situs itu tidaklah – sebagai antisipasi atas hukuman yang akan dilancarkan Al Qaidah terhadap tirani jahat yang menindas kita dan ummah kita – lebih besar dari mendidihnya darah di nadi kami. Kami di Tanzhim Al Qaidah sentiasa bekerja dan berusaha untuk dapat melancarkan pukulan balasan kepada Amerika dan Eropa atas berbagai kekejaman yang telah mereka timpakan kepada Ummah Islam.
Berbagai situs elektronik yang menyampaikan berita kebenaran tentang Mujahidin telah semakin sadar dan jeli, sementara para partisipannya juga semakin tajam dalam mengenal dan memahami realitas peperangan beserta seluruh fasenya. Sehingga apa yang mereka perkirakan itu sangat dekat dengan kenyataan.

Apakah Anda menyiratkan, sebagaimana (berita/isu) yang tengah dikejar oleh kalangan media Jihadi itu, bahwa (memang) serangkaian serangan tengah dipersiapkan untuk dilancarkan langsung ke negeri musuh dengan tujuan mengacaukan segala rencana musuh?

Pada umumnya musuh masih belum hilang dari kebingungan/gentarnya; sesungguhya musuh belum pulih sepenuhnya dari tikaman yang pernah kami lancarkan. Lalu kemudian seseorang datang lagi dengan menyampaikan ancaman tentang akan adanya serangan yang lain terhadap negeri mereka. Musuh kita telah menyadari dengan baik bahwa jika Tanzhim Al Qaidah menyampaikan ancaman kepada mereka, maka Al Qaidah pasti menjalankan ancamannya. Dan sebagaimana ciri khas yang penting dari setiap aksinya, maka unsur kejutan/dadakan dalam hal waktu dan target akan menyertai serangan ini.

Kali ini, ancaman langsung disampaikan oleh pemimpin dan amir kami, Sheikh Usamah bin Ladin, semoga Allah melindungi Beliau. Dan Beliau menyampaikan ancamannya kepada Amerika secara tegas dan dengan kata-kata yang jelas, tidak dengan ungkapan atau permisalan. Dan Beliau mengarahkannya juga ke beberapa negara Eropa (dengan menyebut langsung nama-nama negara tersebut), termasuk Australia! Tidak diragukan, hal ini semakin membingungkan/menggetarkan musuh, karena musuh memahami bahwa Sheikh Usamah bin Ladin tidak pernah menyampaikan ancaman kosong, dan Beliau merancang dengan cermat ‘ancamannya’, Beliau sungguh memahami sejauh mana kemampuannya, dan Beliau tidak akan mengeluarkan pernyataan ancaman sebelum segala persiapan aksi telah sempurna dan pilihan target serta waktu pelaksanaan aksi telah ditentukan.

Sebagai arahan bagi kalian, ini adalah berbagai hal teknis di mana Tanzhim Al Qaidah telah menguasainya dengan baik; saya tak akan menutupinya dari Anda, bahwa di salah satu publikasi yang dikeluarkan oleh departemen As Sahab, waktu pelaksanaan serangan atas kedutaan besar Denmark di Pakistan bahkan disebutkan dengan menunjuk hari/tanggal dan target secara tepat! Ini hal yang kadang dilakukan sebelum serangan dilancarkan, dan saya tidak dapat menyampaikan hal yang lebih detil lagi mengenai masalah ini.

Media Jihadi, dengan berbagai variasinya telah ikut mendorong momentum serangan lebih keras, yaitu dengan mengkamuflase serangan tersebut, kemudian membuktikan kehebatan/kekuatan dan kapabilitas serangan tersebut (setelah terjadinya) dengan memperkirakan kapan waktu dan tempat yang menjadi target sebagai bagian dari tantangan yang tak akan dapat ditandingi musuh.

Anda telah menyaksikan publikasi dari As Sahab Media berbunyi “Kata-kata kami adalah kata-kata Pedang Bagian 1 – Al Qoulu … Qoulu Showarim…”. Apakah ini seharusnya (dapat) lebih diperjelas?

Nomor 1 yang ditulis mengimplikasikan serangan terhadap Eropa; nomor 2 dan nomor 3, dst, adalah target lain yang dekat, bahkan mungkin lebih dekat lagi!
Kadang dalam satu kesempatan Tanzhim Al Qaidah menyiratkan serangan kepada negeri ini dan negeri ini, sementara dalam kesempatan lain target ditujukan ke negeri yang lain. Kadang mereka memberi isyarat bahwa serangan akan dilancarkan dengan begini, kadang dengan metode yang lain. Ini menyebabkan musuh akan kehilangan fokus perhatian dan dilanda kebingungan. Musuh lalu akan dipaksa berada dalam keadaan selalu bersiaga, karena tidak tahu kapan dan di mana serangan akan menimpa mereka. Ini salah satu taktik kami dan termasuk dalam strategi perang psikologi.

Analisis yang berkembang di berbagai media jihadi (sebelum serangan terjadi) sesungguhnya bukan analisis kosong tanpa dasar. Bahkan umumnya analisis itu benar dan pada tempatnya. Dan setelah serangan mencapai sasaran, Anda akan paham maksud saya, insya Allah.

Jika tidak ada serangan terjadi setelah waktu (berdasarkan analisis) lewat, apakah ini akan mempengaruhi keadaan peperangan?

Ya. Terjadi atau tidak terjadinya serangan akan memberikan efek masing-masing, dan dalam kedua kasus tersebut, keuntungan berada di tangan kita. Tentu, dalam hal serangan benar-benar terjadi, maka perimbangan kondisi perang akan berubah seluruhnya. Ketika kami melancarkan serangan ke Barat, kami akan menyerang dengan tikaman yang mematikan yang sangat berbeda dibandingkan apa yang kami praktekkan dalam perang gerilya. Kami menyebutnya ‘tikaman ribuan jarum’.

Saudara-saudara kami telah pergi menyebar ke seluruh belahan dunia dan menunggu perintah ‘zero hour’ untuk melaksanakan aksi. Kami berdoa kepada Allah agar Dia menjaga dan mengarahkan para ikhwah kami yang berangkat menyebar ke seluruh dunia itu dalam rangka menolong Din Allah, dan memuliakanNya.

Beberapa di antara mereka bahkan telah ‘bersiaga di posnya’ (sebagai sel tidur) jauh sebelum peristiwa 11 September terjadi. Dan beberapa di antara mereka bahkan berasal dari warganegara Amerika sendiri dan tidak pernah meninggalkan Amerika; menunggu dengan shabr sinyal untuk melaksanakan misinya. Semua berada di bawah arahan Sheikh kita Usamah bin Ladin, semoga Allah melindungi Beliau. Demikian juga banyak yang tersebar di berbagai negeri seluruh penjuru dunia, menunggu perintah. Dan mereka semua berbaur dengan masyarakat untuk menghilangkan perhatian, dan agar mereka dapat meningkatkan penetrasi mereka pada pusat serangan.

Kami mengetahui di mana serangan akan dilancarkan, tetapi kami tidak mengetahui kapan dan di mana target spesifiknya. Hanya Sheikh Usamah yang mengetahui. Tetapi kami mendapat sinyal sebelum serangan dilancarkan, dan kami biasanya diminta untuk memperbanyak doa khusyu dan sholih kepada Allah, seperti yang terjadi pada peristiwa 11 September dan aksi lainnya. Kami mengetahui Amerika akan dihantam oleh satu serangan dalam beberapa hari, tetapi kami tidak mengetahui secara pasti targetnya. Kami tertawa tentang mereka, dan beberapa ikhwah saling melontarkan lelucon tentang orang Amerika dan tentang mereka yang selalu mengatakan bahwa serangan 11 September itu pasti bukan dilakukan oleh Mujahidin atau orang muslim, tetapi sebuah konspirasi yang dirancang musuh untuk mendiskreditkan Islam dan Muslimin. Sungguh kami tertawa dan merasa lucu atas kebodohan ucapan mereka, yang tidak menunjukkan apapun kecuali sikap lemah mereka dan ketidaktahuan mereka.

Sekarang ini kami mengetahui, ada serangkaian misi serangan tengah dilancarkan terhadap Eropa dan Amerika, sangat kuat elemen waktu dan tempat yang menjadi kemungkinannya, dan target tersebut banyak terdapat, sehingga Mujahidin dapat memilih target terbaik. Sebagai contoh, selama pemilu, sebuah negara pasti tengah mencurahkan perhatian terhadap banyak hal; saat yang demikian menjadi kesempatan khusus bagi Al Qaidah untuk membuktikan tantangannya dan menunjukkan kekuatannya, pada saat dunia tengah menantikan hasil dari pemilu!

Apakah menurut Anda Tanzhim Al Qaidah telah cukup kuat untuk mengumumkan (secara terbuka) waktu dan hari dari serangan?

Tentu, berkali-kali sebelumnya dan sebelum perang terjadi, kami menyampaikan ancaman serangan terhadap Amerika, dan kami mewujudkannya, kami menghantam Amerika tepat di tempat yang paling sulit dan sudah tentu target yang terbaik untuk dihantam – gedung World Trade Center, dan kami telah menjadikannya hancur berkeping-keping, dan sasaran lain adalah gedung kementerian pertahanan, Pentagon, sarang dan benteng pertahanan mereka! Waktu pelaksanaannya adalah 911, yaitu nomor telepon darurat untuk meminta pertolongan. Mereka telah menipu rakyatnya dengan berusaha meyakinkan bahwa negeri mereka adalah negeri paling aman di dunia! Adakah yang melebihi tantangan ini dan kekuatan yang ditunjukkannya? Lalu kami giring mereka untuk jatuh dalam perangkap Afghan dan Iraq.

Kami mengancam untuk menyerang Spanyol dan kami benar-benar melaksanakan ancaman itu dengan penetapan waktu yang paling sulit untuk Spanyol, beberapa hari menjelang pemilu. Adakah yang melebihi tantangan ini dan kekuatan yang ditunjukkannya? Dan kami mengguncangkan pemerintahan mereka.

Lalu yang lain tidak juga mau mengambil pelajaran, seperti Inggris ini. Maka kami mengancam mereka dan kami benar-benar melaksanakan ancaman kami dengan tantangan yang besar, yaitu beberapa bulan setelah pemilihan ulang kepala pemerintahan mereka. Mereka balik menantang kami, maka kami buat mereka terguncang juga. Tantangan terhebat adalah pelaksanaan serangan terjadi pada saat Inggris tengah bersiap menjelang konferensi puncak pimpinan organisasi G8, dan ternyata serangan benar-benar terjadi tepat pada saat pertemuan puncak G8 berlangsung! Masihkah orang meragukan kemampuan dan kekuatan Al Qaidah?

Bukankah kami menginginkan untuk mengusir seluruh tentara Amerika dari Semenanjung Arabia, lalu kebanyakan mereka telah melarikan diri dari negeri Haramain (Saudi Arabia) karena (takut) atas kami dan mereka bertahan di sekitar perbatasan sehingga lebih mudah bagi kami untuk memburunya?
Bukankah kami telah menyatakan akan menyingkap kebusukan Pervez Musharraf dan menggulingkannya, dan kami telah melakukannya?
Bukankah kami menginginkan agar dapat bersatu dengan orang-orang shidq di Iraq, lalu Daulah Islam Iraq berdiri?

Jika kami berjanji, maka kami akan menunaikan janji itu, dan tiada daya kecuali diserahkan kepada Allah, kami bertawakkal atas seluruh usaha kami kepadaNya. Milik Allahlah kekuatan dan kemuliaan, dan kami sungguh tidak memiliki daya dan upaya kecuali atas ijinNya.

Baru-baru ini kami menyampaikan ancaman terhadap Denmark dan tidak lama kemudian sebuah kedutaannya (kedutaan Denmark di Islamabad Pakistan), yang diklaim sebagai salah satu kedutaan paling aman dan selalu dipantau oleh mereka karena dekatnya dengan zona perang, dihancurkan berkeping-keping.

Biarlah para penyembah salib menunggu dengan cemas serangan yang akan menghantam negeri mereka, dan insya Allah akan membuat mereka saling berkelahi setelah terjadinya.

Ada satu (isu) tentang proposal serangan yang akan dilancarkan secara khusus atas Houston. Menurut Anda, apakah presiden Amerika seharusnya mengevakuasi Houston untuk melindungi rakyatnya dari serangan Mujahidin? Dan jika ia tidak serius memberi perhatian terhadap masalah ini, mungkinkah ia akan dipermalukan di hadapan rakyatnya seperti yang telah terjadi selama ini?

Presiden Amerika tidak pernah, walau hanya satu hari, benar-benar peduli atas rakyatnya. Tetapi dia, bersama para malaikat penghukumnya selalu peduli untuk menimpakan kebenciannya kepada Islam dan ummatnya, ia sangat peduli untuk mengambil sebanyak mungkin segala hal demi keuntungan pribadi dan kelompoknya, ia sangat peduli untuk sentiasa menaikkan nilai saham perusahaan jasa keamanan dan perusahaan minyaknya. Dia tak pernah peduli pada rakyat Amerika.

Bahkan sejak Sheikh Usamah bin Ladin, semoga Allah sentiasa menjaga Beliau, menyampaikan sumpahnya yang terkenal, bahwa Amerika dan mereka yang tinggal di Amerika tidak akan (dibiarkan) walau hanya bermimpi merasakan keamanan hingga kita dapat merasakannya di Palestina dan hingga seluruh tentara kafir diusir keluar dari tanah Muhammad saw; dan sumpah itu direalisasikan hingga kini, sehingga mereka kehilangan rasa aman.

Bayangkan sebuah kota seperti Dubai, sebuah kota di mana para tirani telah menyebarkan berbagai kegaduhan dan kekacauan, ternyata masih lebih aman dari Houston! Perusahaan Dick Cheneys bernama Halliburton, pindah dari Houston ke Dubai. Inilah bukti, mereka hanya peduli untuk menjaga kepentingan mereka dan tidak peduli atas kepentingan rakyatnya.

Texas berada dalam pengintaian kami! Kami di Tanzhim Al Qaidah memahami satu aturan perang yang berbunyi “Perangi musuhmu dengan menggunakan senjata yang paling ia takuti, bukan dengan senjata yang paling engkau takuti”. Ada dua hal yang paling ditakuti oleh musuh kita:
1.Serangan dengan menggunakan senjata kimia, biologi, atau radiologi nuklir
2.Serangan yang mentargetkan fasilitas infrastruktur dan industri energi
Jika ini adalah sesuatu yang sangat ditakuti oleh musuh kita, maka jelas kami akan memanfaatkannya dan mencurahkan perhatian untuk mempelajari serta mempersiapkannya. Inilah beberapa hal yang dapat kami pastikan dan tentang harinya masih diliputi berbagai kejutan dari Al Qaidah yang (insya Allah) akan membuat Anda gembira, dan kami telah mengenalkan kepada Anda sebagian dari kreativitas Sheikh Usamah bin Ladin, semoga Allah melindunginya.

Mengenai apakah ada evakuasi atas kota itu atau tidak, saya rasa Bush dan rejimnya tidak akan mengevakuasi kota itu untuk mencapai tujuan pribadinya. Sebagaimana mereka tidak peduli terhadap nasib rakyat Afghan, atau rakyat Iraq, atau rakyat Somalia, atau rakyat Palestina, mereka juga tidak peduli terhadap rakyat Amerika. Bagi mereka, umat manusia tidak lebih dari kertas cek bank yang dapat dihabiskan jika diperlukan.

Bahkan jika serangan memang terjadi atas Houston, sebagai contoh, dan sepuluh ribu orang kafir terbunuh, Bush pasti akan muncul ke hadapan rakyatnya dengan mengekspoitasi berbagai jaringan media dan emosi rakyat, lalu ia akan berkata bahwa ia telah benar, bahwa segala tindakan dungu serta berbagai kegagalannya karena memerangi Mujahidin di Afghanistan, Iraq, dan Somalia adalah benar!

Jika seluruh penduduk kafir Texas musnah, itu belum sepadan bagi kami dan belum cukup untuk menuntut hak dari jutaan Muslim yang telah terbunuh, dan kami akan memerangi mereka dan melancarkan balasan terhadap para penjahat yang telah memerangi kita, kami tidak akan membiarkan mereka, demi Allah! Saya rasa Bush tidak akan merasa malu atau dipermalukan jika sepuluh ribu rakyatnya musnah dan potongan tubuh mereka tercerabik dalam serpihan, karena ia menerapkan sistem kediktatoran, dan tidak ada seorangpun di negerinya berani untuk berdiri menghadang jalannya. Tentu Bush dan orang seperti dia tidak akan merasa malu, karena orang-orang seperti dia telah kehilangan kesantunan dari jiwanya. Kami tidak peduli apakah ia akan merasa malu atau tidak, karena kami akan meneruskan Jihad dan rencana kami, insya Allah. Kenyataan itu adalah apa yang akan mereka lihat, bukan apa yang akan mereka dengar.

Apakah Anda setuju dengan kami, bahwa Bush, terkait isu tentang (amaliyat) Houston, tengah menghadapi dua tantangan; pertama dalam hal serangan, jika peringatan itu diabaikan lalu serangan benar-benar terjadi, maka itu sungguh pukulan yang sangat pedih. Yang kedua, jika peringatan itu disikapi dengan serius dan evakuasi dilakukan atas Houston, lalu Bush menunggu berhari-hari tetapi ternyata Houston tidak diserang, tidakkah Anda setuju dengan kami bahwa ini akan menjadi hantaman telak memalukan dari Mujahidin yang akan membuat mereka (pemerintah Amerika) tidak memiliki harga lagi, sementara Mujahidin tidak perlu mengeluarkan biaya atau pengorbanan apapun??!!

(hal ini membuktikan kebenaran sumpah Sheikh Usamah, tidak ada lagi keamanan bagi Amerika dan seluruh rakyatnya, dan rejim Amerika menjadi kehilangan kredibilitas di mata rakyatnya karena tidak mampu menjamin keamanan bagi rakyatnya. Pent)

Apa yang terjadi di Al Khobar, Yanbu’, dan Baqiq (Saudi Arabia), dan apa yang tengah terjadi saat ini di Yaman adalah permulaan, prosedur, dan riset atas situasi minyak serta (kemungkinan) hasilnya jika pukulan menentukan dilancarkan. Berbagai amaliyat yang kami lancarkan dan (sudah tentu) membawa harga/pengorbanan yang harus dibayar, maka itu sangat banyak dan menjadi bahan pembelajaran bagi kami. Karena Allah, kepadaNya kembali segala daya dan kekuatan, sungguh Maha Pemurah, dan kami merasakan sentiasa Dia melimpahkan kepada kami kemenangan dalam keadaan apapun. Kami meraih kemenangan bahkan meskipun kami tidak melancarkan aksi sama sekali. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Kami ingin memberi Anda kesempatan untuk menyampaikan aspirasi Anda terkait berbagai dinamika yang akan berkembang di masa depan, tanpa harus membuka berbagai informasi yang mungkin dapat menguntungkan musuh…

Al Akh John Walker Lindh adalah warganegara asli Amerika, dan ia dinyatakan bersalah karena berjuang menyertai Taliban dan Al Qaidah. Al Akh Adam Gadahn juga orang asli keturunan Amerika, yang lahir dan tumbuh besar di California. Ada puluhan orang Amerika dan ratusan orang Eropa yang datang ke Afghanistan dan masuk dalam kamp pelatihan kami. Banyak di antara mereka adalah keturunan asli dan warganegara asli (bukan pendatang dan imigran), yang memasuki Afghanistan lalu pulang ke negerinya tanpa ada satupun tanda di paspornya yang mengindikasikan mereka pernah berkunjung ke Afghanistan atau negara lain di sekitar Afghanistan. Ini bagian dari prosedur keamanan yang kami tak dapat mengungkapkannya kepada Anda. Bayangkanlah, kemungkinan apa yang akan terjadi di dalam negara Amerika dan Eropa ketika sekelompok Mujahidin telah lama berada, mereka tetap memakai nama asli mereka, mereka memiliki pekerjaan dan meniti karir, bahkan banyak di antaranya tidak menunjukkan identitas agama Islam mereka, tetapi semua dalam keadaan bersiaga menunggu perintah untuk melaksanakan misi Jihad.

Lalu ada banyak professor dan kalangan intelektual di berbagai universitas di negara-negara barat yang mulai menjalin kontak dengan kami dan memberikan kami berbagai informasi penting. Lebih jauh, ada banyak keluarga dari kalangan militer/tentara Amerika yang terbunuh ketika mereka bertugas bersama militer Amerika… mereka telah diremehkan oleh pemerintah Amerika. Banyak anggota keluarga yang menjadi tentara dan bertugas bersama militer Amerika, lalu mereka terbunuh di medan perang, tetapi nama-nama mereka yang terbunuh itu tidak diumumkan, pun kadang tidak diberitahukan secara resmi kepada keluarganya. Kesemua ini membuat para keluarga veteran itu menjadi frustrasi. Masih banyak lagi perlakuan diskriminatif atas nasib veteran yang pulang, dalam keadaan cacat atau terguncang secara mental. Kesemua perlakuan diskriminatif ini membuat kalangan keluarga tentara yang mati dan veteran perang yang frustrasi itu ingin membalas dendam kepada pemerintah Amerika itu. Beberapa di antara mereka kemudian berkorespondensi dengan kami untuk ikut membalas rasa sakit hati mereka akibat perlakuan diskriminatif dan pelecahan ini. Pemerintah Amerika hanya mengumumkan sedikit saja tentaranya yang mati di medan perang. Dan biasanya itu adalah orang-orang yang dekat dengan para perwira dan pejabat. Sementara hampir semua tentara yang lain yang mati di medan perang, disembunyikan, padahal jumlah mereka puluhan ribu. Sebagai tambahan, ada juga beberapa orang yang bekerja di berbagai kementerian dan departemen (dan mereka tidak puas dengan berbagai kebijakan imperialisme Amerika) menghubungi kami dan memberikan kami beberapa informasi, karena memang tidak masuk akal sebuah negeri yang kalah tetap meneruskan perangnya dan mendukungnya mati-matian. Beberapa di antara mereka melakukan segala hal itu untuk uang, dan yang lain melakukannya karena tidak puas serta ingin membalas atas berbagai tindakan koruptif yang dilakukan rejim pemerintahan negaranya.

Sebelum saya akhiri pembicaraan ini, saya ingin menyampaikan kepada Anda, siapa yang berpikir bahwa Sheikh kami Usamah bin Ladin, hafidzahullah, akan melakukan model aksi yang sama atau mirip, maka berarti ia belum memahami Sheikh Usamah!

Hari esok milik Islam, bersama Mujahidin di barisan terdepan, dan Tanzhim Al Qaidah sebagai pengarahnya. Segenap saudara kami Mujahidin telah mengorbankan segala daya upaya selama lebih dari enam bulan untuk mempesiapkan, menyeleksi, dan memilih target-target di Barat, dan kami akan melancarkan serangan:
Al Qoulu Qoulu Showarim
Kaitus Taroddal Madzolim
Kata-kata kami adalah kata-kata Pedang
Kami arahkan untuk menolak kedzoliman

Selanjutnya di sini kami mengharapkan peran media yang jujur, berbagai media Jihadi. Akan banyak sekali tugas bagi mereka. Maka mari kita optimis dan persiapkan diri kalian semua.

Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan berharga yang Anda berikan dalam wawancara ini. Semoga Allah memberkahi Anda dan waktu yang telah Anda berikan untuk kami.

Semoga Allah memberkahi Al Yaqin Media Center, serta segenap elemen media Jihadi atas peran mereka dalam Jihad ini dengan meneruskan kabar yang benar tentang berbagai perkembangan yang terjadi.

Saya meminta Anda dan seluruh kita, untuk berdoa dengan khusyu dan sholih demi segenap saudara kita yang telah berangkat untuk melaksanakan misi, semoga Allah memimpin mereka dan mengarahkan hukumanNya yang pedih kepada Amerika dan Eropa.

Semoga salam, kasih sayang, dan keberkahan Allah limpahkan sentiasa atas kalian semua.

Wahai Engkau Yang Menurunkan Kitab, Yang Maha Cepat Perhitungannya, kalahkah pasukan ahzab dan hancurkan mereka!

Wahai Engkau Yang Menurunkan Kitab, Yang Maha Cepat Perhitungannya, kalahkah pasukan ahzab dan hancurkan mereka!

Wahai Engkau Yang Menurunkan Kitab, Yang Maha Cepat Perhitungannya, kalahkah pasukan ahzab dan hancurkan mereka!

Dan segala puji dan syukur kepada Allah



Saudara kalian di Al Yaqin Media Center

Diterjemahkan dan disebarkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh forum At-Tawbah